Tahu Ada CCTV, Seorang Wanita Nekat Curi Tanaman Hias di Ketandan

"Ada anak laki-laki yang melihat ke kamera [CCTV] dan memperingatkan wanita itu, tapi tetap dia ambil," katanya.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 07 Juli 2020 | 16:05 WIB
Tahu Ada CCTV, Seorang Wanita Nekat Curi Tanaman Hias di Ketandan
Salah satu bekas tanaman yang hilang milik Stefanus Fendy Soesanto, warga Ketandan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/7/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Sebuah rekaman CCTV milik warga di Jalan Ketandan, Gondomanan, Kota Yogyakarta menggegerkan netizen. Rekaman itu menunjukkan seorang wanita sengaja mengambil tanaman hias berjenis Soka pada Senin (6/7/2020).

Rekaman tersebut dibagikan ke media sosial Facebook oleh pemilik akun Stefanus Fendy Soesanto. Saat dihubungi SuaraJogja.id, pemilik toko perhiasan di Jalan Ketandan itu membenarkan.

"Memang ada tanaman yang hilang, sebelumnya karyawan saya memberi tahu tanaman yang dua minggu ditanam hilang satu. Padahal sudah lama saya mengurus dan rencananya akan dibuat bibit, tapi malah hilang. Lalu kami mencari lewat CCTV dan terlihat ada seorang wanita yang mengambil sengaja pakai kresek. Dia juga ditemani dua orang anak," jelas Stefanus melalui pesan singkat, Selasa (7/7/2020).

Salah satu tangkapan layar dugaan pencurian tanaman hias oleh seorang wanita di depan rumah warga Ketandan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Salah satu tangkapan layar dugaan pencurian tanaman hias oleh seorang wanita di depan rumah warga Ketandan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Ia menuturkan bahwa peristiwa sendiri terjadi sekitar pukul 16.35 WIB. Kedua anaknya juga sempat memperingati sang wanita bahwa ada kamera pengawas yang menyorot dirinya.

Baca Juga:Ribuan Tanaman Hias Jadi Penonton Konser di Gedung Opera Liceu Barcelona

"Dari rekaman memang terlihat wanita ini duduk di depan rumah saya yang ada tanamannya. Lalu ada anak laki-laki yang melihat ke kamera [CCTV] dan memperingatkan wanita itu, tapi tetap dia ambil," katanya.

Stefanus menduga, wanita tersebut merupakan warga luar Ketandan. Pasalnya, dia tak pernah melihat warga sekitar wilayah Ketandan yang mirip dengan wanita pencuri itu.

"Saya yakin orang dari luar [wanita], tapi yang saya sayangkan dia mengambil tanpa izin dan diketahui anak-anaknya. Jika dia meminta, saya juga mau memberi. Namun apakah untuk melaporkan ke polisi, masih kami urungkan niatan itu," terang Stefanus.

Warga Ketandan lainnya, Nur Listiani (45), menyebut, memang pukul 15.00 WIB, kawasan Jalan Ketandan sudah sepi. Meski demikian, kejadian seperti itu baru terjadi sekali.

Suasana Jalan Ketandan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/7/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Suasana Jalan Ketandan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/7/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Kalau sudah sepi memang ada potensi pencuri atau maling, tapi sejauh ini baru pertama ini yang terjadi. Tapi harapannya hal ini bisa lebih diwaspadai agar tidak terjadi lagi, bahkan sampai terjadi pencurian perhiasan karena di lingkungan ini banyak warga menjual perhiasan, termasuk emas," katanya.

Baca Juga:5 Tanaman Hias Gantung Ini Cocok untuk Menambah Kesan Alami di Rumahmu

Terpisah, Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto saat dihubungi belum mendapat laporan tersebut. Kendati begitu, dirinya tetap mengimbau warga untuk selalu waspada.

"Sampai sekarang belum ada laporan soal dugaan itu, tapi kami tetap memberi imbauan dan juga melakukan patroli di sejumlah wilayah hukum Polsek Gondomanan. Yang jelas masyarakat harus berhati-hati dan jika ada dugaan tindak kejahatan segera melaporkan," ungkapnya.

Berita Terkait

Tanaman hias berikut ini selain memiliki nilai estetika yang dapat mempercantik ruangan, namun juga beraroma wangi. Ada apa saja? Yuk, simak.

yoursay | 11:27 WIB

Viral detik-detik pelaku curanmor apes berkat seorang pemotor berjiwa heroik yang sengaja menabrakkan motornya kepada pelaku yang sedang melaju

bandungbarat | 08:52 WIB

Meski populer, tanaman hias ini berbahaya bagi hewan loh karena mengandung racun. Berikut 5 tanaman hias yang berbahaya bagi hewan peliharaan.

yoursay | 15:39 WIB

Masing-masing jenis-jenis tanaman memiliki karakteristik yang berbeda dan berbeda pula cara perawatannya.

yoursay | 08:51 WIB

Benarkah klaim Nikita Mirzani pergoki Antonio Dedola dan Lolly sekamar dengan bukti CCTV kamar?

moots | 07:34 WIB

News

Terkini

Arena petualang ini terasa seru karena interaktif dan membuat berdebar.

Lifestyle | 16:39 WIB

Gamis merupakan salah satu item fashion yang selalu digunakan oleh para wanita Muslimah.

Lifestyle | 10:43 WIB

Wakil Ketua LPSK, Antonius PS Wibowo menerangkan ada 15 korban tindak pidana kekerasan seksual yang mengajukan restitusi.

News | 08:56 WIB

Pengamatan kuku kaki hewan kurban cukup penting dilakukan.

News | 20:55 WIB

selama ini perdagangan antarnegara ASEAN seringkali terkendala standar produk di masing-masing negara yang berbeda aturannya.

News | 17:40 WIB

gelaran pernikahan di Gembira Loka Zoo viral di media sosial

News | 15:59 WIB

LPSK ajukan ganti rugi ke Kejaksaan terkait kasus Mario Dandy Satriyo

News | 14:08 WIB

Bripka Andry membongkar kelakuan busuk mantan atasannya saat di Polda Riau.

News | 13:35 WIB

UGM juga berencana membentuk Future of Life sebagai komitmen untuk pengembangan IKN.

News | 12:55 WIB

Wakil Ketua 3 Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Rahmat Muhajir, mereka siap mengajukan PTUN atas keputusan MK.

News | 21:05 WIB

Suyana menghimbau, masyarakat tidak mencuci isi perut atau jeroan hewan kurban di sungai.

News | 21:00 WIB

Menurut Octo, keberadaan jaringan hidran kampung ini sangat efektif untuk menangani kebakaran.

News | 20:25 WIB

Jaringan hidran kampung yang akan dibangun di Kampung Karanganyar sendiri terdiri dari 3 siamese connection dan 18 box hidran.

News | 16:05 WIB

Hal itu membuat sejumlah masyarakat harus mencari hewan kurban dari luar kota. Mengingat terbatasnya stok yang ada di Jogja.

News | 14:58 WIB

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang ini menyatakan bahwa Robinson telah menguasai dan memanfaatkan Tanah Kas Desa Caturtunggal itu sejak 2018 silam.

News | 10:45 WIB
Tampilkan lebih banyak