Antisipasi Erupsi Saat Pandemi, BPBD Sleman Terapkan Ini di Pengungsian

Chandra Iswinarno | Muhammad Ilham Baktora
Antisipasi Erupsi Saat Pandemi, BPBD Sleman Terapkan Ini di Pengungsian
Lokasi barak pengungsian di Desa Kuwang, Kecamatan Cangkringan, Sleman. [Suara.com/M Baktora]

Makwan menjelaskan metode berbasis keluarga dilakukan dengan cara mengevakuasi warga lereng Merapi ke keluarganya yang berada di bawah kaki gunung.

SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman akan menyiapkan sejumlah penerapan evakuasi termasuk lokasi pengungsian di tengah wabah pandemi Covid-19. Meski aktivitas Gunung Merapi meningkat, protokol keamanan Covid harus dilakukan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menerangkan, bahwa kondisi  barak pengungsian di wilayah Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan cukup baik. Nantinya ada konsep yang ditawarkan agar warga tetap menerapkan physical distancing.

"Protokol keamanan covid-19 nantinya akan kami terapkan jika situasi (Gunung Merapi) berubah kritis. Jika harus menerapkan physical distancing ada konsep berbasis keluarga yang kami tawarkan," ungkap Makwan ditemui wartawan saat pengecekan Pos Pantau Desa Glagaharjo, Senin (13/7/2020).

Makwan menjelaskan metode berbasis keluarga dilakukan dengan cara mengevakuasi warga lereng Merapi ke keluarganya yang berada di bawah kaki gunung.

"Ada konsep yang kami tawarkan nantinya. Hanya saja itu perlu kami koordinasikan kembali. Namun yang jelas pemerintah akan menyiapkan dan mengoptimalkan barak pengungsian yang ada," katanya.

Ada sejumlah barak yang terdapat di Glagaharjo, seperti Balaidesa, PNPM dan juga Barak di wilayah Kriyan, Kuwang dan Wukirsari.

Makwan menuturkan, jika nantinya dalam satu barak tak mencukupi warga yang mengungsi, pihaknya akan mendirikan tenda sebagai opsi lain.

"Satu barak bisa diisi oleh 300 orang. Ada banyak konsep yang telah kami siapkan. Mitigasi bencana jelas sudah kami siapkan, hanya saja penerapannya nanti kita lakukan kepada warga. Selain itu BPBD melalui relawan di sejumlah posko juga telah kami arahkan untuk membantu dan mengedukasi warga bagaimana cara evakuasi," katanya.

Makwan menjelaskan, bahwa ada sekitar 1.000 warga yang masih tinggal di desa Glagaharjo. Sehingga peringatan dan kewaspadaan terus didorong BPBD agar masyarakat siap dievakuasi sewaktu-waktu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS