alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Warga Lapas Cebongan Mencari Tuhan, 4 Bulan Mualaf Ingin Jadi Hafidz

Galih Priatmojo Rabu, 05 Mei 2021 | 17:24 WIB

Kisah Warga Lapas Cebongan Mencari Tuhan, 4 Bulan Mualaf Ingin Jadi Hafidz
Seorang warga binaan Lapas Kelas II B Cebongan sedang praktik salat, di masjid Lapas, Rabu (5/5/2021). (kontributor/uli febriarni)

Sejumlah penghuni Lapas Kelas II B Cebongan Sleman bercerita tentang jalan mereka menemukan Tuhan

Staff Pembinaan Kepribadian Muslim Lapas Cebongan, Sri Mulyadi mengatakan, ada perbedaan yang ia rasakan, kala mengajarkan mengaji bagi warga binaan dibanding mengajar orang non warga binaan.

Hal itu ia rasakan, tak lain karena warga binaan kerap punya fokus yang terbelah. Biasanya, karena warga binaan terpikir keluarga, atau bahkan disebabkan adanya kasus yang belum kelar.

"Misalnya seorang pencuri motor sekaligus pencuri mobil. Kasus pencurian motor yang menjeratnya sudah diputus, lalu saat ia sebentar lagi akan bebas, perkara curi mobil yang ia lakukan malah naik [disidangkan]. Pikiran pasti kacau saat belajar mengaji," tutur dia.

Melihat tantangan itu, Sri Mulyadi punya strategi khusus dalam mengajar dan mendampingi warga binaan mengaji. Strategi itu, diawali dengan lebih dahulu mengenal karakter tiap santri warga binaan. Baru menentukan teknik mengajarnya.

Baca Juga: Tak Ada Overcapacity, Jumlah Warga Binaan Lapas Cebongan Turun Saat Pandemi

"Posisikan diri kita sebagai orang tua mereka, telaten, istiqamah, tidak bosan, harus kebal. Alhamdulillah bisa. Bila menemui kesulitan, berdiskusi dan minta didoakan oleh guru atau ulama," lanjut dia. 

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait