alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Revitalisasi Benteng Wetan Mengarah ke Pariwisata, Arkeolog UGM: Harus Ada Nilai Edukasi

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:26 WIB

Revitalisasi Benteng Wetan Mengarah ke Pariwisata, Arkeolog UGM: Harus Ada Nilai Edukasi
Arkeolog UGM, Inajati Adrisijanti memberi keterangan pada wartawan saat ditemui di Kantor Kedaulatan Rakyat, Kota Jogja, Rabu (20/10/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

revitalisasi Benteng Wetan Keraton Yogyakarta diproyeksikan mampu menarik wisatawan

SuaraJogja.id - Revitalisasi Benteng Wetan Keraton Yogyakarta Mulai dilanjutkan. Rencananya akan diproyeksikan bisa menarik dan meningkatkan pariwisata. Kendati demikian harus ada nilai edukasi jika memang tujuannya mengarah pada pariwisata di Kota Jogja.

Arkeolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Inajati Adrisijanti mengatakan bahwa revitalisasi bangunan cagar budaya itu bisa saja dilakukan Pemda dan Keraton. Namun perlu adanya kajian kelayakan termasuk memperhatikan kelestarian budayanya.

"UU nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, di sana dijelaskan bangunan cagar budaya bisa dimanfaatkan, salah satunya tadi untuk kepentingan pariwisata. Tapi tetap menjaga kelestarian dan perlindungan cagar budayanya," terang Inajati ditemui SuaraJogja.id, di Kantor Kedaulatan Rakyat, Rabu (20/10/2021).

Sejumlah kendaraan melintasi Pojok Benteng Wetan Keraton Yogyakarta di simpang tiga Jalan Brigjend Katamso, Gondomanan, Kota Jogja, Jumat (15/10/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Sejumlah kendaraan melintasi Pojok Benteng Wetan Keraton Yogyakarta di simpang tiga Jalan Brigjend Katamso, Gondomanan, Kota Jogja, Jumat (15/10/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Ia mengatakan bahwa pariwisata juga harus memperhatikan pendidikan. Orang harus msngetahui sejarah dan pentingnya bangunan itu.

Baca Juga: Diisi Akademisi hingga Seniman, Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta Dikukuhkan

"Seperti kemarin, saya memberi pelatihan kepada pemandu wisata di (candi) Borobudur. Jangan sampai wisatawan nanti datang hanya foto, beli souvenir, lalu pulang," terang dia.

Hal itu, menurut Inajanti penting karena setiap bangunan bersejarah memiliki nilai yang harus dipahami oleh masyarakat. Tidak hanya warga Jogja tapi seluruh masyarakat dan di wisatawan asing.

"Kalau di Borobudur itu ada relief-relief. Nah itu yang banyak yang harus dijelaskan oleh pemandu wisata, agar masyarakat juga memahami. Kalau wisatawan asing, mereka datang sudah membawa buku tentang Borobudur. Nanti mereka mencari tahu lewat buku itu," jelas dia.

Meski bisa menjadi penguatan pariwisata di Kota Jogja, pembangunan dan renovasi benteng keraton juga harus melihat lingkungan sosial warga. Apalagi warga yang berada di dalam benteng seperti Jalan Kenekan dan Jalan Mangunnegaran Wetan harus segera pindah pada Desember 2021.

"Maka harus diperhitungkan pengeluaran sosialnya (untuk warga), pengeluaran ekonomi. Terus terang saya tidak tahu status tanah di sekitar benteng. Namun jika memang akan direnovasi seperti dulu, berapa warga yang akan kena?," ujar dia.

Baca Juga: Dipermalukan PSIM Yogyakarta, AHHA PS Pati Diledek Warganet: Otw Liga 3

Revitalisasi benteng Keraton, menurut Dosen Pascasarjana UGM itu sudah menjadi keputusan Keraton dan Pemda DIY. Namun ia memberi masukan agar tidak ada yang terdampak dengan revitalisasi tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait