SuaraJogja.id - Kelompok musik asal Yogyakarta Kuaetnika memenangkan penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2019, Rabu (27/11/2019).
Komunitas seni bentukan almarhum Djaduk Ferianto, Butet Kartaredjasa, dan Purwanto ini terpilih sebagai yang terbaik dari kategori Karya Produksi World Music untuk karya mereka yang berjudul "Sesaji Nagari".
Empat karya lain yang masuk dalam nominasi kategori tersebut adalah "Forest" dari Bumi Gamelan Orchestra, "Hyang Girl" dari Dewa Budjana dan Soimah Pancawati, "Permata Dari Langit" dari Gus Teja, dan "Ayun Ambing" dari Sambasubda.
Piala penghargaan untuk Kuaetnika pun diberikan dalam gelaran AMI Awards 2019, Rabu malam, di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pada unggahan di Instagram story, putri sulung Djaduk, Gusti Arirang, mewakili Kuaetnika menerima piala AMI Awards 2019.
Dalam balutan floral long dress, personel Tashoora berkepala botak itu berjalan menuju panggung, meraih piala yang diulurkan Daniel Mananta sang presenter.
Usai acara, perempuan yang mahir bernyanyi dan memainkan gitar bas ini mengunggah foto piala tersebut ke Instagram story dengan menyertakan nama mendiang ayahnya.
"Untuk Bapak @djaduk dan @kuatenika. Terima kasih @amiawards #WORLDMUSIC," tulis pengguna akun @idgarirang itu.
Ungkapan serupa disampaikan Kuaetnika melalui Instagram story akun mereka, @kuaetnika. Ucapan terima kasih pada AMI Awards dituliskan Kelompok musik etnik nusantara bernuasa fusion jazz yang dibentuk pada 1996 ini.
Baca Juga: Heboh Truk Pertamina Jalan Sendiri di SPBU, Ternyata ini Sebabnya
Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa penghargaan tersebut dipersembahkan untuk Djaduk, yang diketahui baru saja berpulang pada 14 November 2019 lalu di kediamannya di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.
"Terima kasih @amiawards. Penghargaan ini kami persembahkan untuk @djaduk," ungkap @kuaetnika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan
-
Lempar Botol ke Barikade hingga Bakar Tumpukan Botol, Demo Mahasiswa Bertahan di DPRD DIY
-
Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar
-
Aksi Mahasiswa di DPRD DIY Memanas, Kaca Pintu Pecah dan Tembok Dicoret
-
Ribuan Mahasiswa Jogja Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kampus Resmi Beri Izin Turun ke Jalan