SuaraJogja.id - Tagar Jawa menjadi trending di Twitter Jumat (17/7/2020). Hal tersebut berawal dari unggahan postingan pengguna Instagram yang mengaku risih dengan orang dari suku Jawa. Akibatnya banyak warganet di Twitter yang merespon dan memunculkan tranding tersebut.
Respon yang diberikan cukup beragam, mulai dari mengutip unggahan tersebut dan memberikan komentar, menyampaikan curahan hatinya sebagai suku jawa, terutama yang merantau ke Ibukota Jakarta hingga mempromosikan hal-hal unik yang dimiliki suku Jawa.
"Mau seganteng apapun kalau ngomongnya medok banget mah ogah wkwk bikin malu yang ada jadi bahan ceng-cengan anak-anak tongkrongan. Punya temen logat jawa aja gue musuhin apa lagi gebetan abis dia," isi curahan yang tidak diketahui pemiliknya.
"Aku #jawa dan aku bangga:) Kalo ngga mau temenan juga gpp, ngga maksa kok," tulis akun @piccolorain sambil mengutip unggahan berlatar belakang hitam tersebut.
"Kalian yg ngediskriminasi orang jawa coba sini kita ngobrol berdua,biar aku jelasin gimana cara bertutur kata yang sopan dan santun #jawa," tulis akun @LSukenti.
"Yaaaa. Aku kaum medok gimana dong. Aku lahir di tanah #Jawa apalagi ngapak sudah mengalir meng awakku. ORA NGAPAK ORA KEPENAK (ngapak sudah mengalir di diriku. GAK NGAPAK GAK ENAK-red)," tulis akun @Kinxxty.
Selain komentar-komentar yang merasa tersinggung dengan unggahan tersebut. Ada juga komentar-komentar yang mempromosikan keindahan Jawa beserta beragam budaya dan tradisi yang ada di dalamnya.
"Aku perempuan Jawa dan aku bangga, karena gak semua daerah bisa menciptakan bahasa yang diciptakan dari orang jawa itu sendri dan bahkan bisa menjadi ciri khas daerahnya. Kalau modal lo gue lo gue juga anak kecil umur 5 tahun bisa #jawa #JawaTimur," tulis akun @quinsagittarius.
"Lamun sira durung wikan alamira pribadi, mara takona marang wong kang wus wikan. "Jikalau engkau belum memahami alam pribadimu, hendaknya engkau bertanya kepada yang telah memahaminya" Jangan meremehkan orang jawa. #jawa #jogja," tulis akun @kevinfhyl.
Baca Juga: DPRD Jawa Tengah Ditutup karena Anggota Dewan PDP Corona Meninggal
"Saya bangga mengalir darah #jawa dalam diri saya, beragam macam bahasa Jawa dan wisata nya yg sangat indah #pacitan #pantaiklayar," tulis akun @puterakuncara sambil mengunggah foto Pantai Klayar di Pacitan.
"Setiap daerah punya tradisi masing-masing, apalagi #jawa sungguh hebat tradisinya bagi yang mempelajarinya," tulis akun @ridwanlatif225.
Muncul juga curhatan dari masyarakat suku Jawa yang merantau ke daerah Jawa Barat atau Jakarta. Sebab, masyarakat Jakarta sendiri cenderung melihat orang dari berbagai daerah diluar Jakarta dan Jawa Barat sebagai masyarakat Jawa saja.
"Ini lah #jawa dengan berbagai pulaunya. Masih bingung aja saat orang jawa tengah dan jawa timur merantau ke Jawa barat/jakarta pasti di tanya "Orang jawa ya mas?"," tulis akun @Wibubaukencur sambil mengunggah peta pulau Jawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais