SuaraJogja.id - Gusti Kanjeng Ratu Bendara berkesempatan menjadi salah satu narasumber di sebuah diskusi daring yang membahas mengenai Meramu Rempah-rempah untuk Kesehatan.
Hal ini diketahui publik melalui unggahan putri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X di akun Instagram-nya @gkrbendara.
Unggahan tersebut diunggah pada Senin (12/10/2020).
Dalam unggahannya, @gkrbendara menuliskan, "Tidak terasa kita sudah masuk di minggu kedua bulan Oktober 2020 dan berjumpa lagi dengan awal minggu yang penuh dengan hal baik untuk kita semua".
GKR Bendara pun menuliskan bahwa minggu lalu, Kamis (8/10/2020) dirinya berkesempatan untuk berbagi bersama @bpcb_diy untuk membahas tema "Meramu Rempah-rempah untuk Kesehatan".
"Namun berjalannya waktu bahkan rempat-rempah digunakan untuk kecantikan seperti dalam penggunaan lulur yang banyak khasiat karena menggunakan bahan alami baik bagi tubuh," tambahnya.
GKR Bendara menceritakan bahwa saat ini Indonesia sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO atas jalur rempah. Banyak kisah suram namun juga banyak masa kejayaan kerajaan sebelum Indonesia yang melekat dengan perdagangan rempah.
"Tidak hanya sekedar jamu, tapi juga makanan, ritual lulur. Beberapa hari yg lalu saya menemukan bahwa dulu di Kraton banyak lemari yg menggunakan butiran merica utuh sebelum Kamper ada," terangnya.
Dalam video berdurasi satu menit tersebut, Gusti Kanjeng Ratu Bendara mengatakan, "Yang kita tahu yang sudah banyak beredar, seperti beras kencur, kunir asem, sinom, paitan, uyup-uyup dan lain sebagainya itu memang sudah banyak e.. digunakan di luar Kraton, istilahnya," ucap GKR Bendara.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Relawan, dr Tirta Lakukan Aksi Razia Perut Lapar di Jogja
Istri KPH Yudhonegoro ini menjelaskan bahwa rempah-rempah selain dipakai untuk perawatan tubuh atau kesehatan, namun bisa juga dibuat untuk menangkal bahaya.
"Rempah-rempah ini tidak hanya dipakai untuk perawatan tubuh saja atau kesehatan, tetapi ada juga yang dipercaya untuk bisa menolak bala [penangkal bahaya]. Nah seperti tadi e.. kalau dari kedokteran tidak bisa, banyak hal yang tidak bisa dibuktikan secara scientifik, hal-hal rempah-rempah yang dipakai untuk tolak bala ini sebenarnya juga tidak bisa diceritakan dijelaskan secara scientific juga," jelasnya.
Adanya rempah-rempah yang dipercaya dapat menjadi penangkal behaya ini dipercaya secara turun temurun dan berada di dalam serat-serat atau pun babad.
Unggahan ini pun kemudian dikomentari oleh beberapa warganet.
"Luar biasa kalau ada buku hasil kajian lengkap etnobotani yg dimanfaatkan keraton Yogya. Dari sisi kesehatan, tolak-bala, kosmetik, bumbu-bumbuan,"tulis akun @remadhanfiqih9.
"Sangat. Sangat setuju. Dtgu sharingnya gusti, dijaman sekarang apa lagi di kota2 besar, rempah2 untuk ksehatan sangat jarang ditemui. Jadi bisa bermanfaat," ujar akun @nonagitakeitimu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
Terkini
-
Gerah Kasus Korupsi Mandala Krida Tak Tuntas, Suporter PSIM Gelar Topo Bisu pada Malam 1 Suro
-
APBD DIY Dihantam Krisis, 67 Persen Bergantung Dana Transfer, Pemda Terpaksa Pangkas Anggaran
-
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan Anak, Dokter Ingatkan Risiko Heat Stroke
-
Mahasiswa Jogja Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Penghentian MBG dan Kopdes yang Mubazir
-
Naga Sembilan Rebut Piala IHR Paku Alam 2026, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Pengunjung