Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Ria Rizki Nirmala Sari
Sabtu, 05 Desember 2020 | 18:33 WIB
Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla. (Suara.com/Ria Rizki).

Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan Danny berbicara untuk tidak memilih tukang fitnah. Video berdurasi 1 menit 58 detik itu kemudian memperdengarkan sebuah percakapan yang menyinggung kaitan JK dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan penangkapan Edhy Prabowo, yang dipimpin Novel Baswedan.

"Kalau urusannya Edhy Prabowo ini, kalau Novel [Baswedan] yang tangkap, berarti JK [Jusuf Kalla] - Anies Baswedan. Maksudnya kontrolnya di JK," katanya.

Terdengar pula suara yang diduga Danny membicarakan adanya upaya JK menyerang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membenturkannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Artinya dia sudah menyerang Prabowo. Yang kedua nanti seolah-olah Pak Jokowi yang suruh, akhirnya Prabowo dan Jokowi baku tabrak. Ini kan politik," ujarnya.

Baca Juga: Eks Walkot Makassar Geram JK Difitnah Jadi Dalang Penangkapan Edhy Prabowo

Ia menilai, penangkapan Edhy itu menggeserkan isu keterlibatan JK dalam kepulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

"Kemudian mengalihkan [isu] Habib Rizieq. Ini mau digeser JK dan Habib Rizieq karena JK yang paling diuntungkan dengan tertangkapnya Edhy Prabowo," tuturnya.

"Coba siapa yang paling diuntungkan? JK lagi dihantam, beralih ke Edhy Prabowo kan," tambahnya.

"Kemudian Prabowo yang turun karena dianggap bahwa korupsi pale di sini, calon presiden to. Berarti Anies dan JK yang diuntungkan. Kemudian [Prabowo] mengkhianati Jokowi. Jadi yang paling untung ini JK. Begitu memang Chaplin. Jago memang mainnya, tapi kalau kita hafal, apa yang dia mau main ini."

Baca Juga: Difitnah Soal Penangkapan Edhy, Jubir: Salah Apa Pak JK ke Danny Pomanto

Load More