SuaraJogja.id - Dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan beramai-ramai di Simpang Kronggahan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman masih misterius.
Kapolsek Gamping Kompol Aan Andriyan mengatakan, dugaan tindak penganiayaan yang terjadi pada 21 November 2020 itu masih terus ditelusuri.
"Tindak penganiayaan diduga dilakukan oleh sejumlah orang yang mengendarai mobil dengan huruf pelat nopol AA. Motif dan identitas pelaku masih kami telusuri," ungkapnya, Sabtu (12/12/2020).
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah menyebutkan, penelusuran kasus dugaan penganiayaan tersebut masih terkendala beberapa hal, terlebih mengingat saksi yang berada di lokasi kejadian sangat minim.
"Tapi antara korban dan pelaku diketahui tidak saling kenal," ujarnya.
Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria mengatakan, peristiwa dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama itu terjadi di simpang empat Kronggahan.
Korban sebanyak dua orang merupakan pengendara motor yang beralamat domisili di Palbapang, Kabupaten Bantul. Mereka berdua yaitu Novan Julitusta (22) dan Muhammad Bahruzal (18).
Saat peristiwa terjadi, keduanya sedang menunggu lampu APILL menyala hijau. Novan diketahui mengalami luka memar dan robek pada bagian bibir atas, sedangkan Bahruzal menderita luka memar pada bagian bahu kanan dan pinggang.
"Usai menganiaya korban, terduga pelaku yang menggunakan kendaraan mobil kabur melarikan diri," ungkapnya.
Baca Juga: Tegur Pengunjung Kafe Soal Protokol Kesehatan, Bu Lurah Kena Bogem Mentah
Kejadian bermula ketika korban bersama teman-temannya dalam perjalanan menuju Magelang, Jawa Tengah mengendarai sepeda motor pada Sabtu, 21 November 2020 pukul 06.00 WIB.
Sampai di TKP, korban berhenti karena lampu APILL menyala merah. Saat itu, kendaraan yang digunakan para terduga pelaku juga berhenti.
"Tiba-tiba ada tiga orang terduga pelaku turun dari mobil, lalu menanyakan tujuan korban Novan. Salah seorang terduga pelaku kemudian langsung memukul korban Novan dengan tangan kosong yang mengenai bibir,” ujarnya.
Melihat temannya terluka, korban Muhammad merasa ketakutan, kemudian lari untuk meminta pertolongan. Namun, lima orang pelaku mengejar dan menangkapnya.
Oleh para terduga pelaku, korban Muhammad diseret kembali ke TKP. Selanjutnya, korban Muhammad juga menerima kekerasan fisik dari pelaku.
Kedua korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Gamping guna pengusutan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Tegur Pengunjung Kafe Soal Protokol Kesehatan, Bu Lurah Kena Bogem Mentah
-
Parah! Ibu Lurah Jadi Korban Pengeroyokan, Gegara Tegur Pengunjung Kafe
-
Misteri Identitas Mayat Gadis Cilik Mengapung di Kubangan Air Punggur
-
Ratusan Orang India Idap Penyakit Misterius, Ahli Duga akibat Pemutih
-
AS Menduga Rusia Menyebabkan Penyakit Neurologis Misterius pada 2016 Silam
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
Terkini
-
Dari Jogja untuk Veda Pratama, Dukungan Menguat Jelang MotoGP Mandalika
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak