Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 29 Desember 2020 | 08:06 WIB
Penutupan jalan menuju ke arah kawasan Malioboro oleh petugas terkait, Rabu (18/11/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Hal yang lebih penting lainnya adalah mempersiapkan segala sesuatu terkait dampak dan segala macam perihal PSBB tersebut. Namun diucapkan dr Riris, berapa lama atau seberapa banyak persiapannya itu disesuaikan dengan kebutuhan.

"Memang tidak bisa secara mendadak kalau mau efektif, tetapi isunya semakin lama kita menunda, penularannya semakin meluas. Contohnya keramaian malam minggu kemarin di Malioboro. Jadi tantangannya adalah pemerintah bisa memastikan masyarakat itu bisa tinggal di rumah," tegasnya.

Menurut pemantauannya selama ini di Jogja sendiri membutuhkan ketegasan yang konsisten dari pemerintahnya. Dimulai dari pemimpin daerah masing-masing.

"Dulu awal pandemi waktu Ngarso Dalem bilang untuk masyarakat di rumah saja, ya masyarakat nurut dan patuh untuk di rumah saja. Tapi sekarang yang kebijakan agak membingungkan di satu sisi orang diimbau untuk tetap di rumah tapi masih memperbolehkan ada masyarakat lain datang ke Jogja. Itu kan membingungkan," terangnya.

Baca Juga: DKI Beri Sinyal Rem Darurat, Pengusaha Khawatir Terjadi Lagi Badai PHK

Ia menilai ketegasan dari pemerintah masing-masing wilayah dalam mengatasi pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Hal itu untuk memaksimlkan kondisi penanganan Covid-19 agar tidak semakin menyebar luas.

Load More