SuaraJogja.id - Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Kabupaten Bantul belum sepenuhnya menurunkan jumlah kasus positif Covid-19. Hingga Selasa (2/3/2021) masih ada satu kapanewon yang masuk dalam zona merah, sementara 16 kapanewon lainnya zona oranye.
Berdasarkan data dari laman corona.bantulkab.go.id, Kapanewon Kasihan satu-satunya kecamatan yang saat ini masuk sebagai zona risiko kategori merah. Indikator penyebarannya mencapai angka 1,8.
Menanggapi status zona tersebut, Panewu Kasihan Slamet Santoso tak menampik bahwa masih ada penyebaran yang cukup masif di lingkungan keluarga.
"Banyak indikatornya yang menyebabkan satgas Covid-19 Kabupaten mengkategorikannya merah. Salah satunya ada transmisi keluarga," terang Slamet, dihubungi wartawan, Rabu (3/3/2021).
Menurutnya, adanya orang yang datang dari luar kota Yogyakarta atau sebaliknya berpotensi menjadi pembawa virus, sehingga salah satu keluarga dinyatakan positif.
"Satu keluarga kena, lalu anggota keluarga lain kena, seperti itu. Jadi tidak ada klaster yang massal. Apakah itu klaster kantor, klaster pasar, klaster mantenan," ungkap dia.
Slamet menegaskan, jika penyelenggaran pernikahan atau pengajian di wilayah Kasihan sudah tak diizinkan. Sehingga prediksinya berasal dari transmisi keluarga.
"Menurut saya dari (transimi keluarga), karena kami tidak bisa memantau mereka pergi atau justru datang dari mana, atau ada keluarga yang datang dari luar kota ke Kasihan. Apa karena tugas, kami sulit mendeteksi," jelas dia.
Slamet tak menampik jika aturan 14 hari karantina bagi pelaku perjalanan luar kota ke DIY tak lagi di praktekkan. Bahkan tidak ada yang bisa memastikan bagi mereka untuk isolasi mandiri, begitupun pemerintah Kapanewon.
Baca Juga: Horee! Jakarta Terbebas dari Zona Merah COVID-19
"Sebelumnya memang harus karantina 14 hari. Tapi prakteknya tidak bisa dan tak semudah itu. Misal ada orang bepergian dari luar DIY, kembali ya harus karantina. Nah itu siapa yang mau menjamin mengawasi," katanya.
Adanya transmisi dari lingkungan keluarga tersebut menjadi prediksi Slamet, hingga wilayahnya berubah merah.
Ia menambahkan, ada empat Kalurahan yang terdapat warga yang positif Covid-19. Sesuai hitungan dari Kemenkes, lingkungan RT yang terdapat warga positif Covid-19 selama satu pekan terakhir, masuk dalam zona merah.
"Nah indikatornya dari sana, karena empat kalurahan itu sudah ada seminggu warga kami terkonfirmasi covid-19. Sebenarnya, Kapanewon Kasihan itu jika dilihat dari wilayah Kapanewon 80 persen hijau, sekitar 20 persen kuning. Bahkan oranye dan merah tidak ada," jelas dia.
Hingga Selasa (2/3/2021), terdapat 87 kasus aktif Covid-19. Pasien tersebut isolasi mandiri dan ada juga yang isolasi di RS rujukan Covid-19.
Meski diprediksi transmisi keluarga menjadi penyebab wilayah Kasihan berubah merah, menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Joko Wahyu Santoso mengungkapkan ada 13 indikator yang perlu dihitung.
Berita Terkait
-
Horee! Jakarta Terbebas dari Zona Merah COVID-19
-
Netizen Sambut Gembira Jakarta Tak Lagi Zona Merah Covid-19: Mau Mudik!
-
Zona Merah Covid Tinggal 11 Daerah: DKI Jakarta Nihil, Jateng Paling Banyak
-
Aduh! Kota Bekasi Satu-satunya Zona Merah COVID-19 di Jawa Barat
-
Jakarta Tak Lagi Zona Merah, Tapi Masih Ada 82 RW Risiko Tinggi Covid-19
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!