SuaraJogja.id - Jajaran Brimob Polda DIY melaksanakan sterilisasi di sejumlah gereja yang ada di Kota Yogyakarta menjelang perayaan Paskah 2021. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya benda-benda membahayakan selama peribadatan berlangsung.
Berdasarkan pantauan SuaraJogja.id, Brimob Polda DIY menyambangi Gereja Santo Antonius Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis (1/4/2021) siang.
Beberapa personel yang datang langsung melakukan penyisiran ke sejumlah sudut ruangan baik di altar gereja atau tempat duduk jemaat. Ornamen atau hiasan natal dan patung-patung yang ada di dalam gereja juga tak luput dari pengecekan.
Selain itu, di halaman di luar gereja juga dilakukan sterilisasi. Pengecekan dilakukan menggunakan alat seperti metal detector yang difungsikan untuk mengetahui barang mencurigakan.
Kanit Jibom Brimob Polda DIY Iptu Agus Setyono mengatakan bahwa giat kali ini dilakukan atas perintah dari Kapolda DIY dan Dansat Brimob Polda DIY, apalagi menyusul kejadian teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri baru-baru ini.
"Jadi kegiatan [sterilisasi] ini terkait dengan situasi yang berkembang di beberapa wilayah. Kami di jajaran Satbrimob yang berada di wilayah Jogja menindaklanjuti kejadian di Makassar dan kemarin di Mabes Polri," kata Agus kepada awak media di Gereja Santo Antonius Kotabaru.
Agus menyebutkan bahwa kegiatan sterilisasi ini bertujuan agar memberikan keyakinan yang lebih kepada masyarakat. Terlebih masyarakat atau umat Kristen dan Katolik yang hendak melaksanakan peribadatan Hari Raya Paskah.
Dari hasil pengecekan yang telah dilakukan para anggota Brimob Polda DIY, tidak didapati barang-barang yang mencurigakan. Artinya, gereja dalam keadaan steril dan aman dan siap untuk digunakan dalam ibadah Paskah.
Baca Juga: 5.590 Personel TNI-Polri Disebar ke 833 Gereja Jelang Perayaan Paskah
"Nanti setelah itu kita serah terimakan kepada pihak gereja maupun rekan kami yang dari polsek. Untuk selanjutnya menjaga sampai nanti kegiatan berlangsung hingga selesai benar-benar aman," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menyiagakan personel untuk terus berjaga dalam rangkaian perayaan Paskah di beberapa gereja yang ada.
"Penjagaan ada, nanti baik berupa pengamanan di sekitar sini [gereja] atau patroli-patroli di lingkungan atau wilayah sini," jelasnya.
Agus menambahkan, penjagaan dan sterilisasi tidak hanya dilakukan di Kotabaru saja. Sterilisasi juga dilakukan di gereja-gereja lain yang memiliki banyak jemaat.
Berita Terkait
-
5.590 Personel TNI-Polri Disebar ke 833 Gereja Jelang Perayaan Paskah
-
Waspada Teroris Jelang Paskah, KAJ Minta Gereja Perketat Pengamanan
-
14 Ribu Polisi Dikerahkan Amankan Gereja di Sumut Saat Paskah
-
Jelang Paskah dan Ramadan, Ganjar Pranowo : Cinta Bersemi di Jawa Tengah
-
5.590 Personel Polda Metro Jaga Gereja Saat Perayaan Paskah Besok
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja
-
Sesuai RUPST 2026, BRI Komitmen Ciptakan Pertumbuhan Kinerja Finansial secara Berkelanjutan
-
Dorong Peran Perempuan, BRI Raih 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
Harga LPG Non Subsidi Meroket di Jogja, Penjual Resah, Ancaman Migrasi ke Elpiji 3 Kg Menguat?