SuaraJogja.id - Bukan hal yang baru jika seorang anak kecil memiliki berbagai tingkah yang membuat orang dewasa geleng-geleng kepala. Namun, yang dilakukan anak ini justru membuat kedua orangtuanya malu. Pasalnya, ia nyaris kencing di atas kuburan yang masih basah atau baru selesai ditaburi bunga.
Akun twitter @jawafess membagikan video suasana di sebuah pemakaman ketika seseorang baru selesai di kuburkan. Nampak di sekelilingnya para peziarah bahkan masih ada di tempat tersebut. Salah seorang pria diduga tetuanya tengah membacakan doa di samping makam bertabur bunga tersebut.
Di tengah suasana khidmat itu, datang seorang anak kecil yang dengan santainya berdiri di depan makam. Awalnya, ia nampak melihat kuburan yang tanahnya masih basah dengan taburan bunga tersebut. Tak berselang lama, anak ini sudah memelorotkan celananya.
Diduga anak laki-laki itu hendak kencing di atas makam tersebut. Spontan seorang wanita dengan pakaian serba hitam menjerit dan langsung menggendong anak tersebut. Tidak diketahui pasti alasan dibalik aksinya, namun akibat kejadian itu suasana khidmat yang sejak tadi terbentuk teralihkan.
Beberapa orang yang hadir dalam acara tersebut tak bisa menahan tawa dan senyumnya melihat aksi nyleneh yang dilakukan anak itu. Bahkan, pemilik video senditi terdengar tertawa sehingga kamera yang ia gunakan untuk merekam sedikit terguncang. Sementara, tetua yang sedang membaca doa tetap melanjutkan kegiatannya.
"Anake ra nduwe toto kromo lur (anaknya tidak punya tata krama bro-red)," tulis akun @jawafess dalam cuitannya.
Sejak diunggah Jumat (2/4/2021), video anak kecil yang nyaris mengencingi makam baru tersebut sudah disaksikan lebih dari satu juta kali. Ada 4000 lebih pengguna twitter yang menekan tanda suka, seribu lainnya ikut membagikan ulang dan tidak sedikit meninggalkan komentar.
"Sering dijumpai. Sebab wong tuone selalu mudah bilang, 'wes kono teko ndodok neng kono'. Kudune kawit cilik wis diajari babagan najis terus adab e buang air kecil itu cem mana ('Sudah sana duduk situ saja'. Harusnya sejak kecil sudah diajarai mengenai najis dan adabnya buang air kecil itu seperti apa-red)," tulis akun @tashiulsh****.
"Mungkin si anak hanya ingin ikut menuangkan air kembang. Biasanya setelah selesai tanah di kuburan di buat undukan dan sebelum di talkin ada kebiasaan menyiram air kembang di atas tanah kuburan tsb.Nah si anak kecil ini ber inisiatif mengikuti yg lebih tua,tapi caranya keliru," komentar akun @Kinan*****.
Baca Juga: Sindir Nikahan Artis, TZ: Anak Ulama Kawin Jadi Masalah Sampai Pengadilan
"Langsung di raup tuh jagoanya, bayangin suaminya begitu, langsung diraup dibawa pulang awokwok," tanggapan akun @Valca****.
Sementara akun @viviputri*** mengatakan, "Kudune wong tuane wes ndang cekatan anake ditarik sakdurunge anake nyedaki makam (harusnya orangtuantya cekatan anaknya lekas ditarik sebelum anaknya mendekati makam-red)."
Tonton video lengkapnya DI SINI
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku