SuaraJogja.id - Angka kematian pasien Covid-19 di DIY masih saja tinggi. Sejak seminggu terakhir, angka kasus meninggal sudah mencapai 447 kasus.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY, sejak 1 Agustus 2021 setiap hari ada tambahan kasus meninggal 58 kasus. Sedangkan Senin (02/08/2021) 46 kasus. Pada Selasa (03/08/2021) bahkan mencapai kasus tertinggi hingga 85 kasus, disusul Rabu (04/08/2021) sebanyak 44 kasus, Kamis (05/08/2021) 59 kasus dan Jumat (06/08/2021) sebanyak 72 kasus.
"Hari ini ada tambahan 83 kasus meninggal di diy sehingga total kasus meninggal menjadi 3.848 kasus," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih saat dikonfirmasi, Sabtu (0708/2021) sore.
Menurut Berty, kebanyakan pasien meninggal dunia di rumah sakit (RS). Bahkan rata-rata mencapai dua kali lipat kasusnya dari pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Padagal sebelumnya kasus meninggal didominasi oleh pasien yang isoman.
Baca Juga: Jumlah Kematian Pasien Covid-19 yang Belum Divaksinasi 3 Kali Lebih Besar
Pasien Covid-19 meninggal karena memiliki komorbid atau penyakit bawaan, sehingga saat dibawa ke rumah sakit kondisinya semakin kritis dan akhirnya tidak tertolong.
"Kasus meninggal dunia palingh banyak di rumah sakit. Kasus meninggal juga paling banyak yang merupakan lansia dengan umur diatas 50-70 tahun. Sedangkan angka kesembuhan terbanyak dari pasien yang isoman," jelasnya.
Sementara kasus baru Covid-19 pada Sabtu ini bertambah 1.378 kasus. Dengan demikian total kasus terkonfirmasi positif di DIY sudah mencapai 128.487 kasus hingga kini.
Bantul mencatatkan kasus paling tinggi yang mencapai 597 kasus. Disusul Gunung Kidul dengan 271 kasus. Sleman menyusul dengan tambahan 248 kasus, Kota Yogyakarta 135 kasus dan Kulon Progo 127 kasus.
"Untuk penambahan kasus sembuh sebanyak 2.116 kasus, sehingga total sembuh menjadi 87.640 kasus," jelasnya.
Baca Juga: Kapasitas Selter Tak Cukup Tampung 6 Ribu Pasien Isoman, Begini Langkah Pemkab Sleman
Dengan menurunnya kasus terkonfirmasi positif, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujikan Covid-19 yang dulu sempat menyentuh hampir 100 persen pun mulai turun. Dari catatan Satgas, saat ini BOR untuk tempat tidur kritikal sebesar 71,69 persen. Sedangkan untuk tempat tidur non kritikal sebesar 79,62 persen.
Berita Terkait
-
Status Pandemi Dicabut, Perawatan Pasien Covid-19 Bakal Ditanggung BPJS
-
INFOGRAFIS Tutupnya Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran
-
Yang Tertinggal, Bekas Pusat Isolasi Pasien Covid-19 Saat Pandemi
-
Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19
-
Pasien COVID-19 Bertambah 222 Orang Hari Ini, Warga DIminta Tidak Lengah
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY