SuaraJogja.id - Komunitas Tempat Nasi Gratis Jogja mengadakan Superhuman Goes to TPST Piyungan di Bantul pada Minggu (15/8/2021) kemarin. Lansia berusia di atas 60 tahun menjadi sasaran utama aksi sosial tersebut.
"Superhuman merupakan kegiatan rutin tiap bulan mengunjungi tempat-tempat yang membutuhkan karena Tempat nasi Gratis Jogja merupakan Gerakan etalase yang tidak bergerak, maka superhuman adalah agenda bergerak kami. Kali ini kami didukung kitabisa untuk memberikan 100 paket sembako di Piyungan, tepatnya di TPST Piyungan," ungkap Founder Tempat Nasi Gratis Jogja, Veronica Christamia Juniarmi, dalam rilis yang diterima Suarajogja.id, Selasa (17/8/2021).
Target kegiatan ini adalah lansia dan keluarganya. Mereka menerima paket sembako, seperti beras, minyak goreng, dan makanan instan serta healthy kit yang mencakup masker, hand sanitizer, vitamin C, dan jas hujan.
"Di TPST Piyungan sendiri sebetulnya ada 400 lebih pemulung, namun untuk kegiatan ini kami khususkan untuk lansia dari usia 60 ke atas sejumlah 100 orang. Mereka masih tinggal dengan keluarganya yang juga pemulung," kata Vero.
Vero lalu menuturkan, Superhuman Goes to TPST Piyungan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. Mereka merasa terbantu sekaligus terharu.
"Ada yang sedang sakit sehingga tidak bisa mulung selama beberapa minggu. Ada pula yang pendapatannya turun drastis selama PPKM. Untuk itu sembako ini menjadi bantuan yang tepat manfaat bagi mereka," ujar Vero.
Harapannya, aksi sosial hari itu bisa mendorong masyarakat untuk menggerakkan kegiatan serupa, terutama bagi para lansia.
Komunitas Tempat Nasi Gratis Jogja juga berharap bisa terus melakukan kegiatan sosial secara rutin agar bisa membantu lebih banyak orang, utamanya mereka yang ekonominya sangat terdampak oleh PPKM berkepanjangan.
"Semoga ada lebih banyak donatur juga yang mendukung kami untuk terus melakukan kegiatan ini," ucap Vero.
Baca Juga: Viral Lansia Tinggal di Panti Jompo Tak Terurus, Kondisi Kamarnya Bikin Prihatin
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris