SuaraJogja.id - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Kabupaten Bantul di bawah 60 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan, tingkat BOR di ruang ICU berada di angka 56,41 persen. Sementara untuk BOR ruang isolasi 53.06 persen.
"BOR sudah sangat turun datanya di bawah 60 persen. BOR di level provinsi DIY juga antara 45 hingga 50 persen," katanya, Senin (23/8/2021).
Menurut Agus, Bantul itu bagian DIY, sehingga terkait BOR, pihaknya merujuk keterisian tempat tidur se-DIY. Dengan demikian, persentase BOR di Bumi Projotamansari sudah di bawah ambang maksimal.
"Saya pikir stabil di angka itu, mudah-mudahan ini trennya semakin baik," tutur dia.
Ia menegaskan, penurunan BOR bukan karena jumlah testing dan tracing yang menurun. Ini murni karena adanya penurunan pasien Covid-19.
"Bisa dilihat dari ruang perawatan prioritas untuk pasien Covid-19 yang menurun. Kalau sebelumnya ada 30 pasien menunggu untuk daftar ruangan tapi sekarang cuma lima orang," paparnya.
Kendati BOR menurun, perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan (positivity rate) masih terbilang tinggi. Namun, ia tidak menyebut berapa jumlahnya.
"Saya enggak bawa datanya. Positivity rate masih tinggi karena kontak erat yang diperiksa ternyata masih banyak yang positif," jelasnya.
Baca Juga: Kabar Gembira! Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Sulsel Menurun
Untuk itu, jajarannya akan meningkatkan testing dan tracing. Supaya angka positivity rate semakin rendah.
"Testing dan tracing akan terus ditingkatkan agar positivity rate juga turun," kata dia.
Berita Terkait
-
Kabar Gembira! Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Sulsel Menurun
-
Kasus Positif Covid-19 Harian di Kulon Progo Menurun, BOR Hanya Terisi 50 Persen
-
Semakin Membaik: Keterisian Bed RS DKI 23 Persen, ICU 44 Persen
-
Keterisian Tempat Tidur di RSUD Abdul Moeloek Lampung 39 Persen
-
BOR Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta Kini 23 Persen
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan