SuaraJogja.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Bantul Timur, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon/Kabupaten Bantul disetop. Pasalnya, ditemukan satu siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Diketahui bahwa siswa tersebut positif Covid-19 pada Sabtu (25/9/2021). Dia tertular dari orang tuanya yang juga positif, tetapi tetap mengantar anak itu ke SD Bantul Timur untuk ikut PTM.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko membenarkan adanya seorang siswa di SD Bantul Timur yang terpapar virus corona. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa siswa tersebut positif Covid-19 bukan karena mengikuti PTM terbatas.
"Ada kasus (siswa positif Covid-19) di SD Bantul Timur, tapi bukan karena pelaksanaan PTM. Yang bersangkutan tertular dari orang tuanya," jelas Isdarmoko dikonfirmasi SuaraJogja.id, Rabu (6/10/2021).
Setelah adanya temuan kasus positif itu, saat ini pihak sekolah sudah melakukan tracing dan swab terhadap 14 siswa serta gurunya. Sampel hasil swab masih diteliti dan belum keluar.
"Belum tahu keluarnya kapan, menunggu kabar dari Dinas Kesehatan Bantul. Semoga hasil swabnya nanti negatif semua," ujarnya.
Dia menyampaikan, kegiatan PTM di SD Bantul Timur dihentikan selama satu minggu sejak Senin (4/10/2021) sampai Sabtu (9/10/2021).
"Sekolah tersebut sudah kami hentikan PTM terbatas mulai Senin sampai Sabtu yang akan datang," katanya.
Menurutnya, orang tua siswa itu belum tahu sepenuhnya mengenai protokol kesehatan terkait dengan PTM. Sebab, jika ada anggota yang bergejala, maka anggota keluarga tersebut tak boleh ikut PTM.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Turun, RSUD Mandau Bengkalis Hanya Rawat 2 Pasien Positif
"Saya kira mungkin orang tuanya juga kurang memahami ketentuan protokol kesehatan dengan baik. Karena semestinya apabila ada anggota keluarga yang bergejala, maka anggota keluarganya tidak boleh PTM," katanya
Untuk SD lain, sambungnya, tetap diizinkan untuk menyelenggarakan PTM terbatas. Itu berdasarkan hasil rapat dengan Satgas Penanganan Covid-19 Bantul.
"Hanya saya hentikan pada Senin (4/10/2021) kemarin," tambahnya.
Upaya yang dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkup pendidikan, pihaknya telah membuat surat edaran (SE) ke sekolah-sekolah. Ada empat poin dalam SE tersebut.
Pertama, PTM terbatas untuk jenjang SD dimulai lagi per Selasa (5/10/2021) dapat dilanjutkan lagi sesuai ketentuan prokes yang ketat. Kecuali SD Bantul Timur tetap memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai Sabtu sambil menunggu hasil tracing selesai. Kedua, agar semua sekolah mengatur bangku tempat duduk siswa secara silang.
"Bangku atau kursi yang tidak boleh ditempati diberi tanda silang dengan lakban. Dan jarak bangku dengan belakangnya dibuat lebih longgar lagi," terangnya.
Ketiga, agar diumumkan kepada seluruh orang tua siswa apabila di dalam keluarga ada yang bergejala batuk, pilek, demam tinggi, hilang penciuman, mual muntah, diare, nyeri persendian dan gejala lain agar segera periksa ke puskesmas atau RS dan putra/putrinya wajib Belajar Dari Rumah (BDR) atau dilarang mengikuti PTM terbatas. Terakhir, setiap sekolah memilih salah satu siswanya yang berani untuk dilakukan swab PCR.
Berita Terkait
-
Kasus Covid-19 Turun, RSUD Mandau Bengkalis Hanya Rawat 2 Pasien Positif
-
Uji Coba PTM Terbatas di Lampung Selatan Diperpanjang
-
Pemkot Depok Akan Hentikan PTM Jika Ada Sekolah Yang Melanggar Prokes Covid-19
-
Banyak Atlet, Official, dan Panitia PON Papua Positif Covid-19
-
Peran Satgas Tingkat Kelas Dioptimalkan, Pastikan Siswa Patuh Prokes
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle