SuaraJogja.id - Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu program yang saat ini digencarkan pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19.
Namun, kini muncul sebuah iklan yang memuat kalimat "jangan vaksin!", seolah mengajak masyarakat menolak vaksinasi Covid-19.
Iklan "jangan vaksin" itu viral salah satunya setelah diunggah akun @iklanlawak di Twitter pada Selasa (19/10/2021).
Pada foto pertama tertulis "JANGAN VAKSIN" dengan tiga tanda periangatan berupa tanda seru di dalam segitiga merah.
Di balik ajakan seolah menolak vaksin itu, rupanya terungkap apa produk yang ditawarkan si pemilik iklan, seperti tertulis pada foto berikutnya.
"Layanan Pembuatan Foto Keramik untuk Batu Nisan," bunyi tulisan tersebut bersama nomor ponsel dan logo Foto Keramik Indonesia.
Dari foto kedua itu, warganet pun menyadari maksud dari iklan yang sempat membuat kaget tersebut.
Mereka pun memuji kemampuan Foto Keramik Indonesia menjual produknya. Lebih dari 2.000 akun menyukai kicauan tersebut.
Tak jauh berbeda, respons yang sama juga memenuhi kolom komentar unggahan iklan tersebut di akun Instagram @fotokeramikindonesia.
Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Door to Door di Tarakan, Jokowi: Percepat Capaian Vaksinasi Nasional
"Iklan nya pinter," komentar @yas***.
"S3 marketing," ungkap @mar***.
Operator akun @fotokeramikindonesia sendiri menambahkan caption "get your vaccines right away [segera lakukan vaksin]."
Selain itu, mereka juga mengungkapkan, "Mengingatkan aja bosku tanpa mengurangi rasa hormat ke orang orang yang sudah mendahului kita."
Berita Terkait
-
Tinjau Vaksinasi Door to Door di Tarakan, Jokowi: Percepat Capaian Vaksinasi Nasional
-
Dalam Waktu Dekat, WHO Bakal Bagikan Obat Antivirus COVID-19 ke Negara Miskin
-
Kemenkes: Sejak Januari Ada 2000 Hoaks Soal Vaksinasi Covid-19
-
CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Sinovac Tidak Manjur Melawan Covid-19?
-
AS Bolehkan Suntikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Berbeda dengan Dosis Pertama, Kenapa?
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar
-
Aksi Mahasiswa di DPRD DIY Memanas, Kaca Pintu Pecah dan Tembok Dicoret
-
Ribuan Mahasiswa Jogja Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kampus Resmi Beri Izin Turun ke Jalan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Mahasiswa Yogyakarta Geruduk DPRD, Layangkan 7 Tuntutan
-
Dosen UNY Kembangkan Smart Box dan Monopoli JAPRODJA untuk Perkuat Pendidikan Khas Kejogjaan