Turunnya Al Quran pada bulan Ramadan secara harfiah tertuang dalam Surah Al Baqarah ayat 185. Berikut ini tulisan latin beserta artinya.
"Syahru ramanalla unzila fhil-qur`nu hudal lin-nsi wa bayyintim minal-hud wal-furqn, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaum-h, wa mang kna maran au 'al safarin fa 'iddatum min ayymin ukhar, yurdullhu bikumul-yusra wa l yurdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullha 'al m hadkum wa la'allakum tasykurn."
Artinya : Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.
Al Alaq 1-5 menjadi wahyu pertama yang turun. Dalam Az-Zarkasyi, dikutip dari NU Online, Al Alaq 1-5 turun untuk menyatakan kenabian Nabi Muhammad SAW. Jika kenabian, wahyu turun melalui malaikat untuk suatu taklif secara khusus.
Sementara Surah Al-Muddatstsir merupakan surah lengkap pertama dalam Al Quran yang turun. Surah Al Muddastsir turun untuk menyatakan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Surah ini turun melalui malaikat untuk suatu taklif secara umum.
Surah Al Muddastsir terdiri atas 56 ayat yang ada di juz 29. Surah ke-74 dalam Al Quran ini tergolong surah Makkiyah, karena turun di Kota Makkah atau sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Makkiyah dan Madaniyah
Sebagian ulama menyebut Al Quran turun dalam waktu 20 tahun, 22 bulan dan 22 hari. Namun sebagian ulama lain menyatakan bahwa Al Quran turun dalam waktu 23 tahun.
Al Quran disusun dan ditulis secara lengkap ketika masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, atas usulan Umar bin Khattab. Usulan ini disetujui para sahabat nabi. Para sahabat pun kemudian menulis lagi hafalan dari setiap wahyu.
Baca Juga: Kumpulan Tanda Baca dalam Al-Quran yang Perlu Anda Ketahui
Sahabat yang ditunjuk untuk menulis adalah Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan serta Ubay bin Kaab. Al Quran yang disusun tersebut terdiri atas 114 surah.
Surah yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah disebut sebagai Surah Makkiyah. Sementara surah yang turun setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah disebut Surah Madaniyah.
Demikian pembahasan mengenai sejarah turunnya Al Quran. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan tentang Al Quran.
Kontributor : Lukman Hakim
Berita Terkait
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Mengintip Sisi Humor dan Sosial Rasulullah di Buku Semua Ada Saatnya
-
Aku Punya Kendala Allah Punya Kendali: Sebuah Obat untuk Hati yang Lelah
-
Heboh Ustaz Maulana Sebut Nabi Muhammad Nikahi Maryam Ibunda Nabi Isa di Surga, Dalilnya Sahih?
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat