SuaraJogja.id - Warga Sonosewu berinisial ASF (19) yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap seorang petugas PLN di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul sudah berencana membayarkan tagihan listrik yang menunggak. Kepalang emosi, ASF melayangkan bogem mentah dan menendang korban berinisial ANS yang sudah lebih dulu mencabut meteran listrik.
"Sebenarnya uang itu sudah ada dan tinggal dibayarkan saja oleh kakak saya, tapi kakak saya sedang di rumah sakit menunggu suaminya yang operasi. Jadi kakak saya juga sudah menelpon orang itu (korban) untuk mengambil di rumah sakit, tapi dia tidak mau," kata ASF kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Minggu (6/2/2022).
Ia mengatakan bahwa kakaknya menawarkan untuk mentransfer uang ke pihak PLN agar persoalan selesai. Namun korban memberikan nomor rekening pribadinya.
"Ya orang itu memberinya nomor rekening pribadi. Setelah itu malah mencabut meteran itu, padahal sudah siap dibayarkan," ujar dia.
Baca Juga: Kerja Sama dengan PT Agung Podomoro Group, Batik Bantul Akan Dijual di Mangga Dua Square
Pelaku juga meminta agar korban ANS bersama rekannya YS dan TL menunjukan surat tugas pencabutan meteran tersebut. Namun berkali-kali diminta untuk memastikan mereka petugas dari PLN, tak langsung diberi.
"Ya itu, mereka saya minta surat tugasnya dan malah mencabut meteran terlebih dahulu padahal tidak ada surat tugas," katanya.
Hingga akhirnya ASF memukul korban dan viral di media sosial.
Terpisah, Ibu pelaku, Surti (50) yang hadir dalam konferensi pers tersebut mengaku surat peringatan tunggakan listrik itu hanya diterima sekali pada 27 Januari 2022. Kedatangan petugas hingga mencabut meteran listrik cukup mengejutkan.
"Jadi kalau tadi polisi bilang sampai 3 surat yang dikirim itu tidak benar. Kami hanya menerima 1 surat saja. Lalu 2 Februari itu langsung dicabut, kami minta surat tugas juga tidak bisa menunjukkan," terang dia.
Baca Juga: Sehari Tambah 49 Orang, Total 193 Kasus Aktif Covid-19 di Bantul
Surti juga menyayangkan dengan surat tugas yang secara tiba-tiba ditunjukkan saat konferensi pers. Pasalnya, saat peristiwa Rabu (2/2/2022), korban tidak pernah mau menunjukkan surat tersebut.
"Jadi ada yang janggal dari keterangan polisi tadi. Kok tiba-tiba surat tugas itu ada. Kenapa sejak peristiwa itu mereka tidak menunjukkan suratnya. Padahal sudah kami mintai terus sampai mereka mencabut meteran" keluh Surti.
Kendati begitu, pihaknya tidak membenarkan kesalahan anaknya hingga memukul petugas PLN. Ia menerima dan akan mengikuti proses hukum.
"Memang anak saya (ASF) salah sampai memukul. Yang jelas ini kami ikuti proses hukumnya dulu. Tapi di luar pemukulan itu ada banyak kejanggalan yang membuat kami kecewa," katanya.
Berita Terkait
-
Tumis Haseum: Si Ajaib Penyelamat Lauk Sisa Lebaran yang Viral di TikTok
-
Siapa Sosok Walid? Tokoh Pemimpin Sekte di Serial Bidaah yang Viral di TikTok
-
Gegara Tegur Pria Pakai Knalpot Brong di Area IGD, Satpam RS di Bekasi Dianiaya Hingga Kejang
-
Lagi Tren Joget THR: Apakah Terinspirasi dari Tarian Yahudi?
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil