Di masa kini, pakaian adat Aceh ini kerap dikenakan saat prosesi akad nikah. Mempelai pria akan mengenai Linto Baro lengkap dan mempelai perempua akan mengenakan baju adat Daro Baro. 4. Tari DaerahTari daerah yang berasal dari Provinsi Aceh, diantaranya, Tari Seudati yang merupakan tarian tradisional menggunakan pola lantai simetris atau tegak lurus. Dulunya tarian ini digunakan untuk menyebarkan agama islam.
Yang kedua adalah Tari Saman, merupakan sebuah tari yang diciptakan oleh Syekh Saman yang berasal dari Gayo, Aceh Tenggara. Tari saman ini merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan atau dakwah.
5. Alat Musik
Untuk alat musik yang terkenal berasal dari Aceh adalah Serune Kalee atau Serunai. Alat musik ini merupakan instrumen tradisional Aceh yang telah lama berkembang dan dihayati oleh Masyarakat Aceh. Cara memaikan alat musik ini adalah dengan cara ditiup, mirip seperti suling.
6. Senjata Tradisional
Senjata tradisional yang dimiliki oleh Masyarakat Aceh adalah Rencong. Menurut orang Aceh, senjata ini merupakan simbol dari identitas diri, keberanian, dan ketangguhan dari suku Aceh. Bentuk senjata rencong sendiri seperti pedang, namun Rencong ini bentuknya tidak lurus, melainkan melengkung sedikit.
Untuk diketahui, Provinsi Aceh ini terletak antara 01o 58' 37,2" - 06o 04' 33,6" Lintang Utara dan 94o 57' 57,6" - 98o 17' 13,2" Bujur Timur dengan ketinggian rata-rata 125 meter di atas permukaan laut. Provinsi Aceh ini dibagi menjadi 18 Kabupaten dan 5 kota, terdiri dari 289 kecamatan, 778 mukim dan 6.493 gampong atau desa.
Demikianlah ulasan mengenai Provinsi paling utara di Pulau Sumatera, yakni Provinsi Aceh. Berikut juga ulasan mengenai kekhasan dan kebudayaan yang dimilikinya.
Kontributor : Agung Kurniawan
Baca Juga: Tentang Museum Hari Ini: Yang Bergerak Menopang Kebudayaan
Berita Terkait
-
Akses Terputus, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Desak Pembangunan Jembatan Darurat
-
Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis
-
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Sebut Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Ahli Hukum: Tidak Ada Motif Korupsi, Terdakwa Layak Bebas
-
WFH ASN Kota Jogja Dimulai Besok, Wajib Isi Rencana Kerja dan Diawasi Ketat
-
Sekjen PDIP: Hadapi Krisis, Pemerintah Harus Berani Pangkas Pengeluaran Tak Perlu
-
Geopolitik Timur Masih Memanas, Perjalanan 3.748 Jemaah Haji DIY Disiapkan Tiga Skenario
-
Siklus Kawin-Cerai Singkat di Sleman, 89 Persen Pernikahan Dini Dipicu Kehamilan Tak Diinginkan