SuaraJogja.id - Pernyataan kontroversial seorang pendeta yang minta 300 ayat Al Quran dihapus kepada Menteri Agama Yaqut Choilil beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Sugik Nur Raharja atau yang kondang disapa Gus Nur.
Dikutip dari Hops.id, Gus Nur mengaku kesal dengan pernyataan pendeta yang minta 300 ayat Al Quran dihapus karena bisa membuat orang radikal dan intoleran.
Bahkan, dia meminta orang membayangkan bagaimana seandainya dirinya atau mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang mengungkapkan hal itu.
“Ini kalau saya yang ngomong itu gimana yah? Saya yang ngomong, Habib Rizieq yang ngomong, hapus aja itu beberapa ayat di Injil di bible hapus aja itu karena itu radikal dan teroris, kira-kira gimana?” kata Gus Nur.
Dia kembali meminta orang membayangkan jika dia menyatakan jika dia atau Habib Rizieq menyatakan hal yang serupa jika injil karena melahirkan teroris, kira-kira apa reaksi dari gereja?
“Kalau saya ngomong di Injil itu hapus aja firman-firman Tuhan itu, hapus, revisi aja itu. Itu hanya akan melahirkan teroris-teroris tu. Gereja-gereja itu apa itu? Kalau saya ngomong begitu, gimana kira-kira? Habib Rizieq ngomong begitu, gimana?”
Gus Nur juga meminta orang lain terutama yang menyatakan agar ayat Al Quran dihapus beserta pengikutnya untuk membayangkan jika ada yang menyatakan jika tempat suci agama lain ditutup saja.
“Terus, itu ditutup aja itu ditutup aja itu ke Yerusallem itu, ndak usah ke Yesrusallem, ngapain bikin kaya Israel aja. Ndak ada gitu-gitu itu. Seandainya saya yang ngomong gitu, gimana kira-kira?” tegasnya.
Gus Nur mengungkapkan kekesalannya itu dalam video yang diunggahnya dan diberi judul, ‘300 Ayat Al-Quran Itu Dihapus Saja – Teroris ItuLahir dari Pesantren – Haji Itu Diharamkan Saja.’
Baca Juga: Geger! Viral Video Seorang Pria Minta Menag Yaqut Hapuskan 300 Ayat Al-Quran, Banjir Kecaman
Kemudian dirinya juga meminta kejelasan terhadap penegakan hukum pada Pendeta Saifuddin yang meminta 300 ayat Al Quran dihapus.
Dia membandingkan dengan dirinya yang sempat ditangkap karena dituduh melakukan tindak pidana yang menurutnya mirip dengan pernyataan sang pendeta.
“Kalau saya nggak salah, dicarikan pasal-pasal. Saya nggak salah, dipaksa untuk salah, divonis salah, ditangkap, dijemput di rumah kayak teroris,” terangnya.
Gus Nur mengatakan jika Pendeta Saifuddin telah menyebarkan hoaks dan kebencian. Dia pun menuntut ada tindakan hukum pada pendeta itu.
“Ini kan sudah nyata ini, nebar hoaksnya nyata, nyebar kebenciannya nyata,”terangnya.
Seperti diberitakan seblumnya, beredar video yang menayangkan seorang pendeta bernama Saifufuddin meminta kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Al Quran.
Berita Terkait
-
Pesimis Anies Baswedan Bebas dari Oligarki Saat Jadi Presiden, Gus Nur: Berharap kepada Allah SWT
-
Densus 88 Tembak Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah di Sukoharjo, Gus Nur Justru Unggah Komentar Mengejutkan
-
Semprot Gus Nur Tafsirkan Alquran Sembarangan, Gus Baha: Beginilah Ulama Tak Berilmu
-
Duh! Gus Nur Asal-asalan Mentafsirkan Al-Quran, Gus Baha Murka: Kayak Perlu Diislamkan Lagi
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan