SuaraJogja.id - Warner Bros mengonfirmasi pihaknya telah menghapus potongan dialog yang merujuk pada gambaran hubungan gay di antara karakter dalam film "Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore" agar dapat dirilis di China.
“Sebagai sebuah studio, kami berkomitmen untuk menjaga integritas setiap film yang kami rilis, dan itu meluas ke keadaan yang mengharuskan membuat pemotongan bernuansa untuk merespon secara sensitif terhadap berbagai faktor di pasar,” kata Warner Bros dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Variety, Rabu.
Warner Bros mengatakan pihaknya menerima permintaan China dengan menghapus dialog "karena aku jatuh cinta padamu" dan "musim panas Gellert dan aku jatuh cinta" yang menyinggung masa lalu romantis antara Albus Dumbledore (Jude Law) dan Gellert Grindelwald (Mads Mikkelsen).
Dialog tersebut hanya muncul selama enam detik dari total 142 menit durasi film. Walau dihapus, Warner Bros memastikan bahwa inti dan semangat film tetap utuh.
Pihak studio berharap film "Fantastic Beasts" ketiga ini dapat dirilis di seluruh dunia, termasuk China, meski harus melakukan pengeditan kecil yang dikhususkan untuk pasar lokal di China.
"Kami ingin penonton di mana pun di dunia melihat dan menikmati film ini, dan penting bagi kami bahwa penonton China memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman menonton itu, bahkan dengan pengeditan kecil ini," kata Warner Bros..
Pada 2009, penulis "Harry Potter" JK Rowling mengungkapkan bahwa karakter Dumbledore adalah gay, namun film-film terkait tidak pernah secara eksplisit menunjukkan seksualitas karakter sampai di "Fantastic Beasts" ketiga ini muncul.
“The Secrets of Dumbledore” dirilis di bioskop China pada 8 April, sekitar sepekan sebelum peluncuran film itu di Amerika Serikat pada 15 April. Selama tayang tiga hari pertama, film ini termasuk menduduki peringkat atas box office China dengan menghasilkan sekitar 9,7 juta dolar AS.
Baca Juga: Unggah Video Kesehariannya di Ukraina, Vlogger China Ini Dihujat hingga Dicap Pengkhianat
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara