SuaraJogja.id - Mengikat buras memang melelahkan, apalagi kalau buras yang dibuat cukup banyak. Akan tetapi warganet ini memberikan cara praktis mengikat buras sehingga prosesnya menjadi lebih cepat.
Sekedar informasi kalau buras merupakan makanan khas masyarakat Bugis. Makanan ini berbahan dasar beras yang dimasukkan ke dalam daun pisang. Adapun proses mengikat buras yang kerap memakan waktu lama karena harus mengikatnya menggunakan tali rafia.
Uniknya seorang warganet berhasil menemukan cara mengikat buras dengan praktis. Bukan menggunakan tali rafia tetapi menggunakan kabel tis. Kabel yang biasanya dipakai untuk menyatukan bagian sepeda motor yang rusak.
“Buras spek racing wkwk. Harusnya begini kemarin dih, karena gak bakal dimarahin dan gak bakal ngantuk karena begadang mengikat buras gak selesai-selesai,” tulis akun @makassarhitskekinian yang mengunggah video ini di Instagram.
Otomatis warganet yang menyaksikan video ini pun langsung melontarkan komentar. Ada yang tertarik mencoba cara tersebut, namun ada yang menilai kalau kabel tis membuat buras semakin sulit dibuka.
“Ide yang cemerlang. Bisa dicoba nih hehehe,” ujar warganet.
“Kalau kabel tis bukannya malah makin susah ya. Harus paket gunting dulu,” kata warganet.
“Yang penting sudah berusaha. Mantap kak wkwkwkw,” ucap warganet lain.
“Hahaha pantesan tali tis habis,” tutur warganet.
Baca Juga: Pertemuan Saudagar Bugis Makassar 2022 Akan Geliatkan UMKM di Sulsel
Hingga kini unggahan makanan buras yang diikat pakai kabel tis telah mendapatkan 4.254 likes, dan 92 komentar dari warganet.
Kontributor SuaraJogja.id: Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
YAYAYA FEST 2026 Hadir di Jogja: Konser Inklusif, Ramah Difabel dan Lingkungan
-
Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata
-
Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism
-
Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia
-
Pasca-Aksi Panas di DPRD DIY, Polisi Pastikan Tak Ada Pendemo yang Dibawa ke Kantor Polisi