Eleonora PEW
Senin, 13 Juni 2022 | 17:39 WIB
Penyanyi Anji Manji [YouTube]

SuaraJogja.id - Musikus Anji Manji mendadak menuai pro kontra setelah mengungkapkan pendapatnya terkait ganja di akun sosial medianya pada Minggu (12/6/2022). Anji mengunggah potret dirinya yang satu tahun lalu menjadi tersangka atas kasus narkoba karena memakai ganja.

Dia kembali membahas alasannya dulu memakai ganja karena menurutnya bermanfaat. Hanya saja dirinya mengaku kapok memakai ganja di Indonesia karena berakhir di penjara dan direhab.

"Menurut saya, penjara dan rehab tidak membuat seseorang kapok karena esensi atau ajaran di dalamnya tapi karena keadaannya yang menyedihkan/menakutkan. Ada yang perlu dibenahi dari sistem rehab di Indonesia. Saya akan bicara tentang ini lain kali," bebernya.

Pria bernama lengkap Erdian Aji Prihartanto ini juga mengunggah pernyataan komika Pandji Pragiwaksono yang membahas soal ganja legal di beberapa negara. Bahkan di Malaysia juga sudah legal untuk medis.

Baca Juga: Anji Berharap Indonesia Legalkan Ganja, Rehabilitasi Tak Bikin Kapok: Penjara dan Rehab Sangat Tidak Enak

Ada juga beberapa postingan soal pemerintah Thailand melegalkan ganja dan bagaimana regulasinya. Serta terakhir beberapa judul film dokumenter terkait ganja agar tak langsung menyalahkan orang yang memakainya.

Meski menurutnya ganja bermanfaat namun dia menegaskan kalau siapa saja yang masih pakai ganja di Indonesia seharusnya berhenti.

"Saya sudah berhenti memakai Ganja di Indonesia. Saya juga menghimbau Teman-teman jangan lagi memakai Ganja di Indonesia. Karena hukumnya masih melarang. Percayalah, kehidupan penjara dan rehab sangat tidak enak," ungkapnya.

Kemudian Anji secara blak-blakan berharap Indonesia juga bisa melegalkan ganja untuk kesehatan.

"Semoga Indonesia segera melegalkan Ganja untuk kesehatan/medis dan semoga Ganja tidak lagi masuk golongan 1 dalam UU Narkotika," pungkasnya.

Baca Juga: Anji Kritik Sistem Rehab di Indonesia, Berharap Ganja Segera Dilegalkan

Sontak saja postingan Anji ini diserbu netizen. Ada yang sependapat namun tak jarang yang menghujat.

Load More