SuaraJogja.id - Jhonny van Beukering eks pemain naturalisasi Timnas Indonesia saat ini sedang dalam kondisi finansial yang tidak baik. Pria berusia 38 tahun tersebut mengaku untuk menghidupi keluarganya ia rela bekerja sebagai penjaga pintu klub striptis bernama De Nacht di Kota Tilburg, Provinsi Brabant Utara, Belanda.
Ia mengaku jika perubahan hidupnya terjadi begitu saja. Van Beukering mengaku telah kehilangan segalanya. Mantan pemain naturalisasi Indonesia tersebut mengaku harus menghidupi keluarganya selama seminggu dengan uang lima puluh Euro setara dengan Rp778 ribu.
"Saya pindah dari surga ke neraka. Orang-orang tidak tahu seberapa kelamnya hidup saya. Saya telah kehilangan segalanya, benar-benar segalanya. Kami harus tinggal bersama dengan uang lima puluh euro [setara Rp778 ribu] selama seminggu," kata Van Beukering, dikutip dari Voetbal Zone.
Van Beukering mengaku jika saat ini dia bersama keluarganya tidak memiliki apa-apa di rumahnya dan memilih menjadi penjaga pintu di gereja atau di depan masjid untuk memberikan paket sembako dari Food Bank.
"Saya berdiri di sana, di gereja atau di depan masjid, memberikan paket sembako dari Food Bank. Paket sembako yang sebenarnya saya dan keluarga pesanan, karena kami tidak punya apa-apa di rumah," ucap Van Beukering.
Jhonny van Beukering mengatakan, bahwa yang menimpa dirinya saat ini bisa dijadikan peringatan bagi seluruh pemain sepak bola yang berencana untuk memulai petualangan asing di negara yang istimewa. Dia menekankan kepada pesepakbola untuk memikirkan masalah keuangannya.
"Biarlah ini menjadi peringatan bagi pesepakbola lain yang berencana untuk memulai petualangan asing di negara yang istimewa. Pikirkan tentang uang Anda," kata pemain yang pernah tampil di Eredivisie bersama Vitesse dan Feyenoord itu.
Mantan pemain Feyenoord itu mengaku jika pekerjaannya yang sekarang sangatlah luar biasa. Dengan pekerjaannya saat ini ia bisa melihat para wanita sesuka hati. Van Beukering mengaku menjadi penjaga pintu klub adalah rekrutan klub terbaik yang pernah dia alami.
"Ini pekerjaan yang luar biasa, bisa melihat wanita-wanita, siapa yang tidak menginginkan hal itu? Ini adalah klub terbaik yang pernah merekrut saya," ujar Van Beukering.
Baca Juga: Media Vietnam Soroti 3 Pemain Keturunan Indonesia Jelang Bergulirnya Piala AFF U-19 2022
Mendengar kabar kondisi eks pemain naturaliasi Indonesia memiliki masalah finansial, para netizen Indonesia langsung menyoroti proses naturalisasi yang dilakukan kala itu.
"Naturalisasi yang salah...naturalisasi yg sukses irfan bachdim, stefano L, sergio van dijk, marc klok...baru ini yg berhasil," ungkap salah seorang netizen.
"Era naturalisasi aff 2012 angkatan tony cusel dan rapael maitimo. saat itu catut marut dualisme kepemimpinan antara pssi dan kpsi. sepakbola tertinggal jauh," kata netizen yang lain.
"Naturalisasi yang sangat sia sia dan tidak berguna bagi timnas," kata netizen lainnya.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Media Vietnam Soroti 3 Pemain Keturunan Indonesia Jelang Bergulirnya Piala AFF U-19 2022
-
Timnas Indonesia U-19 Diuntungkan, Vietnam Tak Bisa Turunkan Tim Terbaik di Piala AFF U-19 2022
-
Intip Peluang Timnas Indonesia Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026 Andai Melaju ke Perempat Final Piala Asia 2023
-
Media Vietnam Was-was Shin Tae-yong Pegang Timnas Indonesia U-19, Incar Juara Piala AFF U-19 2022
-
5 Pemain Andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19 pada Piala AFF U-19 2022
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan