SuaraJogja.id - Sebuah video detik-detik sebuah truk gagal masuk ke area SPBU lantaran kelebihan muatan hingga bagian depan terangkat viral di media sosial.
Insiden yang terjadi pada Jumat (18/06/2022) dan terekam kamera pengawas sebuah SPBU yang belum diketahui lokasi tepatnya ini menjadi viral di sosial media setelah diunggah oleh akun Instagram @ick_infocegatankaranganyar pada Senin (20/06/2022).
Dalam unggahan video yang dibagikan, tampak sebuah truk berwarna kuning tengah melintas disebuah jalan raya. Kemudian tampak truk tersebut bergerak perlahan saat akan memasuki area sebuah SPBU lantaran tengah membawa muatan.
Tampak truk tersebut tengah membawa muatan batang tebu yang sangat banyak hingga melebihi kapasitas muatan truk tersebut.
Sesaat akan memasukin area SPBU, truk tersebut tiba-tiba oleng dan mundur hingga nyaris terbalik saat hendak melewati tanggul yang cukup tinggi sebelum memasuki area SPBU.
Setelah beberapa kali berusaha menyeimbangkan truk tersebut, alhasil bagian depan truk terangkat hingga menyebabkan muatan truk sebagian berhamburan ke tengah-tengah jalan raya.
Tampak pengguna jalan lain yang menyaksikan insiden tersebut memberhentikan kendaraannya sejenak.
Namun tak disangka, bukanya menolong sang supir truk tersebut, sejumlah pengguna jalan lainnya ampak acuh dan tak perduli. Beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat yang sempat berhenti langsung menjalankan kembli kendaraanya.
Tak hanya itu, tampak seorang bapak-bapak dan pemuda yang tengah duduk tak jauh dari lokasi kejadian tak bergerak sedikitpun untuk membantu sang supir yang tengah kesulitan.
Sementara itu, hingga beberapa lama insiden tersebut terjadi, tak ada sautpun orang yang mendekat untuk membantu sang supir.
Sontak peristiwa tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit warganet yang merasa miris melihat hal tersebut dan menyayangkan sikap pengguna jalan lain yang dianggap kurang memiliki rasa empati saat ada orang yang tengah kesusahan.
“Kurangnya tingkat kepedulian orang sekitar,” tulis @lindha_fittriani.
“Santuy aja itu berdua [seorang bapak-bapak dan pemuda],” tulis @sansansahyaman2.
“Mungkin antara saking kagete karo bingung nulungi supire piye mas, mungkin [mungkin antara saking kagetnya sama bingung mau nolongin supirnya itu gimana mas, mungkin],” tulis @putripuput2323.
Kontributor : Gita Putri Rahmawati
Berita Terkait
-
Miliki Kekayaan Puluhan Triliun Grace Tahir Ogah Mengaku Sebagai Crazy Rich, Begini Alasannya
-
Sekelompok Remaja Kepergok Hadang Truk di Pamulang Tangsel, Langsung Digiring Ke Kantor Polisi
-
Kumpul Bareng Ibu-ibu German School, Gaya Berpakaian Nikita Mirzani Kena Sentil Netizen: Pakaian Tuh Yang Sopan
-
Truk Pengangkut Motor Baru Terbalik di Gunung Hantu Jalan Poros Bontang-Samarinda
-
Ayu Ting Ting Dapat 3 Truk Makanan dan Minuman dari Jordi Onsu, Ini Penampakannya
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana