SuaraJogja.id - Massa yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) akhirnya tiba di depan Gedung DPRD DIY untuk melangsungkan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kelompok massa yang terdiri dari gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat di Kota Yogyakarta itu bergerak dari Asrama Mahasiswa Kamasan di Jalan Kusumanegara hingga tiba di DPRD DIY sekitar pukul 15.41 WIB.
Nyanyian menolak kenaikan harga BBM dan berbagai tuntutan lain terus disuarakan para peserta aksi. Sejumlah atribut berupa poster dan banner yang mengecam kenaikan harga BBM itu pun tak lupa terus dibentangkan.
Massa yang datang memblokade ruas Jalan Malioboro menyusul gerbang masuk ke halaman DPRD DIY ditutup oleh aparat yang datang.
Dalam aksi kali ini, para mahasiswa tak sendirian. Sejumlah pedagang hingga pengemudi becak motor di kawasan Malioboro juga ikut bergabung.
"Kami pebecak motor Malioboro mendukung kalian para mahasiswa. Karena kalian juga memperjuangkan nasib kami. Bagaimana bisa bensin harga Rp10 ribu, kami narik hanya dapat Rp5 ribu," kata Satgas Becak Motor Malioboro, Heru Susanto dalam orasinya di depan Gedung DPRD DIY, Rabu (7/9/2022).
Sementara ini aksi masih berlangsung. Akibatnya ruas jalan di kawasan Malioboro tidak dapat dilintasi kendaraan bermotor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Sebut Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Ahli Hukum: Tidak Ada Motif Korupsi, Terdakwa Layak Bebas
-
WFH ASN Kota Jogja Dimulai Besok, Wajib Isi Rencana Kerja dan Diawasi Ketat
-
Sekjen PDIP: Hadapi Krisis, Pemerintah Harus Berani Pangkas Pengeluaran Tak Perlu
-
Geopolitik Timur Masih Memanas, Perjalanan 3.748 Jemaah Haji DIY Disiapkan Tiga Skenario
-
Siklus Kawin-Cerai Singkat di Sleman, 89 Persen Pernikahan Dini Dipicu Kehamilan Tak Diinginkan