SuaraJogja.id - Biasanya di acara hajatan pernikahan setiap gerbang pintu masuk di tenda terdapat pisang yang dipasang bersamaan dengan janur kuning tanda adanya pernikahan di tempat tersebut.
Namun seorang bapak-bapak mencuri perhatian saat mengecat bagian pisang di tenda pernikahan dengan pilox.
Dalam video yang diunggah akun @rakyathumorr di media sosial Instagram ini terlihat dua orang pria tengah berada di depan tenda pernikahan dan sibuk mengecat pisang.
Terlihat dalam video tersebut pisang satu tandan yang sudah dipasang bareng dengan janur di tenda pernikahan ini dicat dengan pilox.
Tampaknya pisang satu tandan yang dipasang tersebut berwarna hijau dan akan dirubah warna kuning. Pasalnya pisang yang dipasang harusnya berwarna kuning.
Terlihat dua orang pria tersebut berdiri di depan tenda, salah satu pria membawa koran untuk menghalangi cat pilox terbang ke tenda pernikahan dan satunya membawa cat pilox berwarna kuning.
Pria tersebut dengan hati-hati menyemprotkan pilox ke pisang berwarna hijau tersebut menjadi kuning agar terlihat sudah matang.
Unggahan video tersebut lantas mendapatkan sorotan dari warganet dan mendapatkan berbagai komentar.
"Yang nyomot auto kena prank," tulis salah satu warganet.
Baca Juga: Sandiaga Uno Yakin Hajatan G20 Bali Jadi Puncak Pertumbuhan Ekonomi Pulau Dewata
"Aku suka ide bapak ini," tulis komentar salah satu warganet.
"Padahal ijo juga gpp toh buat pajangan saja, tar selesai acara bisa dibikin kripik," komentar salah satu warganet.
"Jadi selama ini saya tertipu dengan pisang yg di gantung di tempat hajatan," tulis warganet di kolom komentar.
"Terus yg udah makan pisang pilox apa kabar?" tulis warganet lainnya.
"Mending ijo ajaa, ngapain di piloks, kasian klo ada anak balita yg minta pisang eeehh trnyata pisang mentah, nangis ga tuhh," komentar warganet lainnya di Instagram.
Unggahan video seorang pria yang mengecat pisang dengan pilox ini lantas viral dan mendapatkan lebih dari 25 ribu likes di Instagram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara