SuaraJogja.id - Berkat kemajuan teknologi termasuk dalam bidang ekonomi, tren online shopping menjadi salah satu kegiatan yang kerap dilakukan masyarakat. Di tengah pesatnya pertumbuhan konsumen seiring waktu, perlu menjadi perhatian bersama bagaimana para konsumen online shopping menjadi target rentan terhadap kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi.
Perlindungan data pribadi pun menjadi salah satu isu hangat yang menyita perhatian masyarakat Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Terjadi peningkatan pengumpulan serta penyimpanan data pribadi para konsumen atau pengguna platform yang meningkat, seiring dengan proses customer acquisition yang dilakukan. Tidak bisa diabaikan begitu saja, peningkatan jumlah konsumen dan pengguna platform marketplace sangat mungkin dipandang sebagai potensi yang menggiurkan bagi para cyber criminals.
Merespon isu tersebut, Center for Digital Society (CfDS) UGM berkolaborasi bersama Tokopedia, meluncurkan Modul Literasi Digital yang terbagi menjadi tiga topik mengenai belanja aman dan nyaman di marketplace. Topik pertama yang diluncurkan adalah ‘Kenali Berbagai Cara Melindungi Data Pribadimu di Marketplace’.
Peluncuran Modul Literasi Digital ini merupakan manifestasi dari kolaborasi Tokopedia dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Siberkreasi demi melanjutkan dan mengembangan inisiatif bersama dalam peningkatan literasi digital serta pengembangan UMKM dan talenta digital Indonesia.
Dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, kegiatan diseminasi dilakukan secara hybrid di Tokopedia Tower dan ditayangkan secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Menurut Leontinus Alpha Edison, Co-Founder dan Vice Chairman Tokopedia, selama lebih dari 13 tahun berdiri, Tokopedia berupaya #SelaluAdaSelaluBisa berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Kemenkominfo RI dan CfDS, untuk menciptakan Super Ecosystem-dimana semua orang bisa memulai dan menemukan apapun-sekaligus mewujudkan misi besar untuk Indonesia yaitu mencapai pemerataan ekonomi secara digital.
“Peluncuran Modul Literasi Digital ini menjadi wujud komitmen Tokopedia untuk membantu meningkatkan literasi digital masyarakat serta talenta digital tanah air. Kami percaya, kolaborasi ini bisa berkontribusi pada upaya digitalisasi dan peningkatan literasi digital Indonesia yang saat ini menjadi target Kemenkominfo RI, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi tanah air,” tambah Leontinus.
Modul memuat penjelasan komprehensif perihal perlindungan dan keamanan data pribadi dari para konsumen online marketplace. CfDS dan Tokopedia berusaha menekankan pentingnya melindungi data pribadi saat bertransaksi di marketplace, dengan memberikan berbagai studi dan isu kejahatan terhadap data pribadi.
Dalam merespon permasalahan sebelumnya, modul ini dilengkapi dengan penjabaran tentang kebijakan dan peraturan hukum mengenai data pribadi di Indonesia, untuk mendukung tanggung jawab para pengguna dalam melindungi data pribadi mereka saat bertransaksi di marketplace. Termasuk peran aktif marketplace saat menyediakan jaminan perlindungan data pribadi.
Baca Juga: Saham GOTO Ambyar, Dalih Perusahaan Bikin Geleng-geleng Kepala
Selain memuat tata cara perlindungan data pribadi di marketplace, modul ini turut menyajikan tips dan tricks yang dapat membantu meningkatkan awareness para konsumen online marketplace akan urgensi perlindungan data pribadi. Bagi mereka yang hendak melaporkan keluhan seputar perlindungan data pribadi, tahapan pengaduan terkait perlindungan data pribadi pengguna di Tokopedia yang disisipkan dalam modul ini tak kalah tertinggalkan.
Anisa Pratita Kirana Mantovani selaku Executive Secretary of Partnership and Research CfDS menambahkan bahwa “Lewat literasi digital yang mumpuni, dibersamai dengan usaha preventif, adaptif, dan kolaboratif, harapannya para pengguna online marketplace dapat meningkatkan keamanan data pribadi mereka”.
Anisa menekankan dengan kolaborasi dari pihak marketplace, pemerintah, dan pengguna sendiri, dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi dalam transaksi online sekarang ini. Pencegahan ragam ancaman kejahatan yang berpotensi menyerang dan merugikan masyarakat dapat tentunya diupayakan bersama.
CfDS dan Tokopedia, sebagai perusahaan teknologi Indonesia dengan marketplace terdepan, menyuarakan pentingnya kecakapan masyarakat atas perlindungan data pribadi lewat Modul Literasi Digital ini. Modul dapat diakses secara bebas untuk mendukung peningkatan literasi digital melalui website CfDS. Harapannya, modul ini dapat terdiseminasi dengan baik agar seluruh pihak (konsumen, masyarakat, marketplace, dan pemerintah) dapat memaksimalkan peran masing-masing dalam dinamika tren online shopping. Termasuk segala kegiatan yang dilakukan dalam platform-platform marketplace di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dukung Pertumbuhan Bisnis Konsumer, BRI Gelar Kick-Off Consumer Expo dengan Undian Ratusan Juta
-
Tragis! Niat Hati Jemur Pakaian, Pasutri di Bantul Tewas Tersengat Listrik
-
3 MPV Diesel Non-Hybrid, Raksasa yang Lebih Lega, Irit, dan Mewah untuk Mudik Lebaran
-
Ngeri! Ular Sanca 3,5 Meter Mendadak Muncul di Bawah Genting Warga Tempel Sleman
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 224 Kurikulum Merdeka