SuaraJogja.id - Komite Disiplin (Komdis) PSSI memberikan sanksi kepada PSS Sleman berupa laga kandang tanpa penonton dan denda uang. Sanksi tersebut membuat suporter PSS Sleman tak boleh hadir pada laga melawan Persik Kediri pada 21 Oktober 2023.
Komdis PSSI menjatuhkan sanksi usai terjadinya pengeroyokan kepada Media officer Madura United saat preskon Minggu (24/09/2023) lalu. Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania selaku suporter PSS Sleman dilarang menonton secara langsung di Stadion Maguwoharjo pada laga kandang mendatang.
Perlu diketahui, PSS Sleman akan melakoni laga tandang pada 6 Oktober melawan Dewa United. Selanjutnya, Super Elang Jawa dijadwalkan menjamu Persik Kediri pada 21 Oktober. Komdis PSSI menilai bahwa panitia penyelenggara telah gagal memberikan keamanan maksimal pada tim tamu. Insiden kekerasan yang menimpa salah satu staf Madura United membuat PSS Sleman terkena sanksi.
"Jenis pelanggaran: gagal memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap tim tamu. Hukuman: sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak 1 pertandingan saat menjadi tuan rumah," bunyi keterangan resmi dari Komdis PSSI.
Pihak PSSI juga memberikan sanksi berupa denda Rp 20 juta kepada PSS Sleman. Sebelum ini, PT LIB menyayangkan terjadinya insiden terhadap Media Officer Madura United FC pasca laga melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (24/9).
Insiden tersebut dinilai sangat mencederai nilai sportifitas dan fair play. Dan, LIB juga mengutuk keras semua tindakan yang berbau kekerasan di dalam maupun luar lapangan.
"LIB sangat berharap kejadian ini menjadi yang terakhir kali, dan menjadi pelajaran bagi kita sebagai operator dan seluruh kontestan BRI Liga 1 2023/24 agar bisa lebih baik lagi dalam menyelenggarakan pertandingan. Kami telah siapkan langkah-langkah strategis dan taktis untuk memperkuat proteksi pengamanan dari sisi panpel pertandingan," kata Ferry Utama selaku Direktur Utama LIB.
PSS Sleman saat ini berada pada posisi ke-13 klasemen sementara BRI Liga 1 2023/2024. Super Elang Jawa mengoleksi 18 poin hingga pekan ke-14. Laskar Sembada berada pada tren kurang baik karena mereka belum mencetak satu kemenangan pada lima laga terakhirnya. Sanksi berupa laga tanpa penonton pada pertandingan kandang tentu cukup merugikan bagi PSS Sleman.
Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Marian Mihail Takjub dengan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kenapa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi