SuaraJogja.id - Banyan Group, pelopor dalam industri perhotelan berkelanjutan, meluncurkan Sustainability-One Banyan, One Sustainable Future. Dalam laporan tahunannya yang ke-19 ini, Banyan Group menegaskan kembali komitmennya terhadap keberlanjutan sebagai fondasi utama operasional bisnis, dengan berbagai langkah nyata di bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Beberapa pencapaian utama Banyan Group sepanjang tahun 2024 meliputi:
- Mempercepat Dekarbonisasi dan Efisiensi Energi: Investasi dalam teknologi hemat energi dan energi terbarukan menghasilkan penurunan intensitas emisi sebesar 5,7% per kamar pada 2023.
- Meningkatkan Inisiatif Pengelolaan Limbah: Inisiatif seperti daur ulang, kompos dapur, dan donasi makanan berhasil mengalihkan 28% limbah dari TPA—naik 5% dari tahun sebelumnya.
- Menjaga Pengelolaan Air yang Bertanggung Jawab: Perbaikan sistem, pengelolaan kebocoran, dan daur ulang air meningkatkan efisiensi penggunaan air sebesar 5,1%.
- Memperjuangkan Konservasi Laut: Perluasan Our Marine Lab di Maladewa dan kolaborasi restorasi terumbu karang dengan China Environmental Protection Foundation memperkuat dedikasi terhadap konservasi laut.
- Memperkuat Dukungan untuk Masyarakat Lokal: Program Seedlings telah melatih 93 pemuda dan membuka 2.515 kesempatan magang. Dukungan kepada 306 komunitas pengrajin juga turut memperkuat ekonomi lokal.
- Mendorong Perubahan dengan Greater Good Grants: Dalam rangka 30 tahun Banyan Group, 30 proyek sosial dan lingkungan yang diusulkan oleh karyawan dibiayai untuk memberi dampak nyata di sekitar properti Banyan Group. Informasi lengkapnya di Greater Good Grants.
Deputy CEO Banyan Group, Ho Ren Yung, menegaskan bahwa keberlanjutan akan terus menjadi arah utama perusahaan. Tahun 2025 akan ditandai oleh metrik kinerja baru untuk mendukung praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab di seluruh lini.
Kontribusi Lokal Garrya Bianti Yogyakarta: Pemberdayaan Perempuan Lewat Peternakan Bebas Sangkar
Salah satu inisiatif lokal inspiratif datang dari Garrya Bianti Yogyakarta yang, lewat program “Eggcellent Future: Empowering Communities Through Cage-Free Farming,” telah mendampingi dua Kelompok Wanita Tani (KWT) di Tridadi dan Pandowoharjo, Sleman. Bekerja sama dengan Global Food Partners dan Fakultas Peternakan UGM, program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesehatan masyarakat melalui peternakan ayam tanpa sangkar.
Sejak September 2024, program ini telah memberikan dana hibah sebesar USD 10.000 untuk mendirikan peternakan ayam yang hasil telurnya kini disalurkan di wilayah Yogyakarta. Para anggota KWT tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan agar dapat mengelola usaha secara mandiri.
“Lewat program ini, kami ingin berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, serta meningkatkan kesehatan dan ekonomi masyarakat,” ungkap Ridwan Heriyadi, General Manager Garrya Bianti Yogyakarta.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang program dan laporan lengkap Banyan Group, silakan kunjungi Misi Kami, dan Laporan Keberlanjutan 2024.***
Baca Juga: Dari Batu Akik hingga Go Internasional: Kisah UMKM Perempuan Ini Dibantu BRI
Berita Terkait
-
Lewat Pemberdayaan, BRI Antar UMKM Kopi Nusantara ke Pentas Global
-
KUR BRI Capai Rp42 Triliun, 975 Ribu UMKM Telah Memperoleh Bantuan
-
Kamandalu Ashitaba, UMKM Binaan BRI Siap Go Global Lewat BRI UMKM EXPO(RT) 2025
-
Dari Batu Akik hingga Go Internasional: Kisah UMKM Perempuan Ini Dibantu BRI
-
20 UMKM Binaan BRI Sukses Tembus Pasar Internasional di FHA-Food & Beverage 2025!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru