SuaraJogja.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat peran dalam menjaga kedaulatan Rupiah di wilayah perbatasan melalui peresmian Unit Kerja Money Changer di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (15/4/2026).
Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin menyampaikan bahwa kehadiran layanan money changer di PLBN Motaain merupakan bagian dari upaya BRI dalam mendukung transaksi lintas negara melalui sistem keuangan formal sekaligus menjaga kelancaran peredaran Rupiah di wilayah dengan aktivitas transaksi yang tinggi.
“PLBN Motaain merupakan titik strategis dengan aktivitas lintas negara yang tinggi, sehingga kebutuhan valuta asing menjadi bagian dari aktivitas transaksi masyarakat. Melalui layanan money changer yang kami hadirkan di lokasi ini, BRI memastikan seluruh transaksi valuta asing dapat dilakukan secara resmi, aman, dan terintegrasi dengan sistem perbankan. Langkah ini turut menjaga kelancaran transaksi lintas batas sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat di kawasan lintas batas,” ujarnya.
Sejalan dengan penguatan layanan tersebut, BRI juga telah menghadirkan Unit Kerja Money Changer di sejumlah PLBN lainnya, antara lain seperti di Badau (Kalimantan Utara). Secara nasional, peningkatan volume transaksi money changer BRI sepanjang tahun 2025 sebesar 39,7% secara YoY.
PLBN Motaain yang berlokasi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, merupakan salah satu simpul utama aktivitas lintas batas negara yang menjalankan fungsi keimigrasian, kepabeanan, karantina, serta keamanan dan administrasi pengelolaan secara terpadu, sehingga berperan penting dalam mendukung mobilitas dan perdagangan lintas negara.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Asisten Deputi Potensi Perbatasan Darat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Brigjen TNI Topri Daeng Balaw S.I.P, perwakilan BRI, serta perwakilan unsur TNI dan Polri di PLBN Motaain, pegawai PLBN, pengusaha UMKM, serta masyarakat di wilayah perbatasan.
Farida menambahkan bahwa kehadiran layanan ini terintegrasi dengan ekosistem BRI yang mencakup akses pembiayaan, layanan transaksi, hingga pemberdayaan UMKM. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan agar semakin produktif dan berdaya saing.
“BRI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke wilayah perbatasan negara guna memperkuat inklusi keuangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui langkah ini, BRI turut berperan dalam mendukung pembangunan kawasan PLBN sebagai garda terdepan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.***
Baca Juga: BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
Berita Terkait
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja
-
Sesuai RUPST 2026, BRI Komitmen Ciptakan Pertumbuhan Kinerja Finansial secara Berkelanjutan
-
Dorong Peran Perempuan, BRI Raih 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Hadirkan Promo Kartu Kredit Luar Negeri, Cashback hingga Rp1 Juta dan Cicilan 0%
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi