- Pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana terpadu di Yogyakarta guna menghadapi ancaman gempa bumi megathrust.
- BNPB membentuk sistem enam klaster nasional untuk memastikan koordinasi antarlembaga dan ketersediaan peralatan yang spesifik saat bencana.
- Pemerintah DIY terus meningkatkan edukasi masyarakat, simulasi bencana, serta pemetaan kelompok rentan untuk mempercepat proses evakuasi.
Menurut Made, tantangan berikutnya bukan hanya soal kelengkapan alat, tetapi bagaimana mengatur koordinasi saat bencana benar-benar terjadi.
Tingginya semangat masyarakat untuk membantu korban disebut perlu diimbangi dengan tata kelola lapangan yang rapi agar penanganan tidak tumpang tindih.
"Kadang-kadang semuanya ingin membantu jadi mungkin pengaturan terkait dengan sistem yang ada di lapangan ini juga menjadi sangat penting," ujarnya.
DIY, kata dia, juga terus melakukan simulasi dan sosialisasi kebencanaan sebagai respons atas peringatan ancaman megathrust dari BMKG. Pemerintah daerah kini mulai memetakan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas agar proses evakuasi saat bencana bisa lebih cepat dan aman.
Sementara itu, Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati mengatakan refleksi gempa 2006 turut menjadi pengingat bagi kawasan wisata dan situs budaya seperti Candi Prambanan yang sempat terdampak gempa besar kala itu.
Melalui program tanggap bencana, pihaknya menggelar pelatihan di 10 SMA di DIY yang melibatkan sekitar 1.000 siswa. Edukasi itu diharapkan menciptakan generasi muda yang mampu menjadi penyambung informasi mitigasi bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Harapannya anak-anak SMA itu menjadi bisa menjadi ambassador di lingkungan masing-masing bahwa Yogyakarta sebagai kota budaya tapi juga sangat dekat atau rawan dengan bencana," kata Indung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta
-
MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah
-
Dari Merapi hingga Gajah Wong, Folklor Jogja Bicara Bencana tapi Tak Ceritakan Megathrust
-
BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus
-
Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya