- Unisa Festival 2026 menyalurkan dana Rp20 juta untuk membantu UMKM penyandang disabilitas dan melibatkan 20 tenant UMKM dalam Pasar Rakyat.
- Program pengolahan botol plastik bekas dan infak mahasiswa mendukung beasiswa Rp1,5 juta per semester bagi sekitar 90 mahasiswa.
- Pengumpulan sekitar 1.500 botol plastik selama Unisa Festival 2026 menjadi upaya Unisa Yogyakarta mendukung program Green Campus dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
SuaraJogja.id - Universitas ’Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Unisa Festival 2026 di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta pada Jumat–Sabtu (9–10/10/2026). Bertepatan dengan peringatan usia ke-34 tahun, kegiatan ini menjadi momentum bagi kampus untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat melalui aksi sosial, pemberdayaan UMKM, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Mengangkat tema Melampah Sesarengan, Unisa Fest 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan yang berorientasi pada pemberian manfaat bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penyaluran donasi untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas serta pengumpulan botol plastik bekas yang hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung beasiswa mahasiswa.
Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta, Ali Imron, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk meningkatkan kontribusi bagi masyarakat luas. Kontribusi itu diwujudkan melalui diseminasi hasil riset, kegiatan sosial, serta pemberdayaan UMKM, khususnya yang berada dalam jaringan Muhammadiyah.
Selain itu, Unisa Yogyakarta memiliki UMKM binaan di bawah Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora, terutama melalui Program Studi Manajemen. Dalam penyelenggaraan Unisa Fest 2026, para pelaku usaha binaan tersebut turut diberi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan bisnis mereka.
Imron menegaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada UMKM penyandang disabilitas ditujukan untuk menunjang keberlangsungan usaha, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi.
“UMKM yang disabilitas ini bukan untuk diberikan bantuan atau konsumsi, tetapi mereka memang sudah memiliki usaha, sehingga sumbangan yang kita berikan itu dapat menambah modal mereka,” kata Imron, Sabtu (10/10/2026).
Melalui kegiatan amal atau charity serta dukungan dari Unisa Yogyakarta, dana yang disiapkan untuk membantu para pelaku UMKM tersebut mencapai Rp20 juta.
Dukungan terhadap ekonomi lokal juga diwujudkan melalui Pasar Rakyat yang menjadi bagian dari Unisa Fest 2026. Kegiatan ini melibatkan 20 tenant UMKM dari warga sekitar kampus dan pelaku usaha penyandang disabilitas. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Botol Plastik Bekas untuk Mendukung Beasiswa Mahasiswa
Baca Juga: Demi Dampingi UMKM, Kepala Unit BRI Rela Terjang Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal
Tidak hanya berfokus pada pemberdayaan UMKM, Unisa Yogyakarta juga menjalankan program pengumpulan dan pengolahan botol plastik bekas. Program ini dikelola oleh Mahasiswa Sadar Infak Sedekah (Madaris) bersama Lazismu Unisa Yogyakarta dan turut diperkenalkan dalam rangkaian Unisa Festival 2026.
Pembina Madaris sekaligus Manajer Eksekutif Lazismu Unisa Yogyakarta, Andis, menyampaikan bahwa program tersebut telah berjalan sejak 2024. Botol plastik yang dikumpulkan mahasiswa tidak langsung dijual kepada pengepul, melainkan melalui proses pemilahan berdasarkan jenis dan warna terlebih dahulu.
Sebelum dijual, tutup botol dan label merek dilepas. Botol-botol tersebut kemudian dipisahkan sesuai warnanya agar dapat dikelola lebih lanjut. Hasil penjualannya dihimpun untuk mendukung pembiayaan program beasiswa bagi mahasiswa.
Andis menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan dana infak yang mereka salurkan melalui Lazismu dan Madaris.
“Tujuan kita sebenarnya ingin menyosialisasikan kepada mahasiswa bahwa infak yang kalian berikan ke Lazismu, ke Madaris itu akan kembali ke mahasiswa itu sendiri dalam bentuk program beasiswa,” ujar Andis.
Beasiswa yang didukung melalui program tersebut meliputi beasiswa living cost berupa bantuan sembako setiap bulan dan beasiswa Serdadu yang dibuka setiap awal semester. Selain berasal dari penjualan botol plastik bekas, sumber pendanaannya juga mencakup infak mahasiswa, termasuk infak Senin-Kamis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya