Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:46 WIB
Massa aksi dari UMY berorasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta menggelar demonstrasi mengevaluasi dua tahun pemerintahan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Pimpinan UII dan UMY memberikan dukungan penuh berupa pelonggaran izin kuliah untuk memfasilitasi kebebasan berpendapat mahasiswa.
  • Dosen turut dikerahkan mengawal aksi damai agar mahasiswa dapat melatih nalar kritis secara kondusif dan tertib.

SuaraJogja.id - Gelombang aksi demonstrasi mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka digelar ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta pada Selasa (20/10/2026). 

Aksi tersebut bahkan turut didukung oleh sejumlah kampus. Misalnya saja dari pimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang memberikan dukungan penuh lewat pelonggaran izin kuliah bagi mahasiswa yang turun ke jalan.

Langkah ini diambil kampus sebagai bentuk dukungan atas kebebasan berpendapat dan pengembangan nalar kritis mahasiswa. Pihak rektorat memandang aksi demonstrasi isu kebangsaan, seperti penegakan hukum, ekonomi, hingga pemberantasan korupsi ini sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar kelas.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Alumni UII, Nurjihad, menegaskan bahwa kampus memberikan ruang penuh bagi aksi damai tersebut.

"Jadi UII memberikan ruang bagi mahasiswa di luar kelas ya untuk mengkritisi, menyampaikan masukan-masukan terkait dengan kepentingan republik ini," kata Nurjihad.

Nurjihad memperkirakan partisipasi mahasiswa UII mencapai lebih dari 1.000 orang lintas fakultas. Untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan kondusif, sejumlah dosen dan tenaga kependidikan turut diterjunkan mengawal massa di lapangan.

"Jadi kita menghimbau agar para dosen memfasilitasi, mengakomodir ya kegiatan ini. Sehingga memberikan pelonggaran terkait dengan perizinan karena ini juga bagian dari proses pembelajaran di ruang atau di luar kelas," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pengembangan, Kemahasiswaan, dan AIK UMY, Faris Al-Fadhat, menyatakan surat izin resmi telah disebar ke seluruh dekanat dan program studi untuk mengakomodasi mahasiswa yang bergabung dalam aksi gabungan BEM dan ormawa.

"Dalam setiap kegiatan ataupun aksi, kami dari pihak kampus selalu mendukung mereka, termasuk juga aksi hari ini. Sehingga dukungan dalam bentuk surat izin itu kami berikan," ujar Faris.

Baca Juga: 66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Ditambahkan Faris, momentum ini merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk menguji kepekaan sosial. Kendati demikian kampus tetap menyisipkan imbauan tegas agar massa menjaga ketertiban umum.

"Justru kesempatan bagi mereka saat mereka kuliah di UMY, di Jogja ini, mereka punya kesempatan untuk melatih nalar kritis mereka, belajar tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan kondisi masyarakat, begitu," tandasnya.

Load More