SuaraJogja.id - Kasus bully dan penganiayaan yang dialami siswi SMP Muhammadiyah Butuh mendapat perhatian banyak pihak setelah videonya viral di jejaring sosial media, termasuk dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Polres Purworejo pun bergerak cepat dengan mengamankan ketiga pelaku yang terekam di video tersebut. Ketiganya dikenakan UU Perlindungan Anak dan terancam hukuman hingga 6 tahun bui.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Butuh, Ahmad mengaku tak kaget dengan prilaku ketiga siswa yang melakukan penganiayaan tersebut.
Ia menyebut dalam kesehariannya di sekolah ketiga pelaku memang dikenal nakal dan usil.
"Ketiganya itu memang dikenal nakal. Mereka itu suka usil," terangnya, Kamis (13/2/2020).
Selain kerap bikin ulah, Ahmad mengungkapkan bahwa ketiga pelaku juga kerap bertindak sesuka hati saat di sekolah.
"Pelaku-pelaku ini ya sering bolos, jam 10 pagi pergi. Padahal gerbang sudah kami tinggikan tapi anak-anak itu kerap memanjat dan pergi, kadang Kabur lewat jendela," lanjutnya.
Ia menyebut pihak sekolah sudah berusaha maksimal untuk memberikan teguran dan juga upaya untuk mendidik para pelaku atas ulahnya selama ini. Tetapi nyatanya hal tersebut tak membuat mereka jera.
"Jadi anak-anak ini sudah kami upayakan dibimbing, dari mulai dinasehati hingga teguran. Di sekolah juga sudah diberi kegiatan keagamaan, sholat berjamaah ngaji dan lain-lain, tapi mereka memang susah diberitahu," ungkapnya.
Baca Juga: Tiga Siswa Pembully di Purworejo Jadi Tersangka, Ini Kronologi Kejadiannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!