SuaraJogja.id - Hadir sebagai pelayan masyarakat adalah hal yang diaplikasikan Anggota Satlantas Polres Sleman, Bripka Sus Widodo. Hal itu dia lakukan saat insiden ricuhnya ratusan driver ojek online (ojol) dengan massa yang diduga debt collector, Kamis (5/3/2020) sore.
Bripka Sus Widodo, yang saat itu tengah mengatur padatnya lalu lintas di Jalan Babarsari, tertangkap kameran netizen memboncengkan seorang wanita yang tengah membawa bayi untuk diantarkan ke rumah sakit. Videonya sempat viral dan mendapat apresiasi di jagad media sosial.
"Sebenarnya itu nenek dan kakek yang sedang membawa cucunya. Saat saya sedang mengatur lalu lintas mereka bertiga kebingungan untuk menuju RSKIA Sadewa yang ada di Jalan Babarsari. Padahal saat itu ricuh dan ada gas air mata di sekitar jalan menuju RS," kata Sus Widodo ditemui wartawan di Mapolres Sleman, Selasa (10/3/2020).
Melihat sang bayi yang butuh pertolongan, Sus Widodo bersama rekan satu anggotanya mengambil inisiatif untuk mengantarkan bayi serta nenek dan kakek tersebut.
"Bayi ini sedang mengalami demam, saya sempat bertanya kepada kakek nenek itu ke sini naik apa, mereka jawab naik grab, karena tidak bisa lewat akhirnya mereka berjalan kaki hingga bertemu saya," jelasnya.
Sus Widodo juga mengaku saat itu suasana belum kondusif karena massa terkonsentrasi di sekitar kawasan Babarsari. Menurutnya sangat tidak memungkinkan untuk membuka akses menuju ke RSKIA Sadewa kala itu, apalagi saat itu dipenuhi gas air mata.
"Akhirnya ada warga sekitar yang menunjukkan jalan tikus untuk menuju RSKIA Sadewa. Kami berdua mengambil motor dan melintasi jalan tikus yang diberitahu warga. Akhirnya setelah berjalan lebih kurang 1 kilometer, nenek, kakek dan bayinya sampai di Sadewa. Selanjutnya kami kembali ke lokasi untuk mengurai kepadatan," jelasnya.
Dirinya mengaku saat itu tidak tahu jika ada yang merekam aksinya membantu bayi berusia 4 bulan itu.
"Artinya ada sisi kemanusiaan yang perlu diselamatkan di tengah ricuh itu. Kami tak menyangka jika sampai ramai diperbincangkan publik di media sosial. Tapi kami hanya datang membantu untuk melayani masyarakat," jelas Sus Widodo.
Baca Juga: Pos Polisi Kentungan Dirusak, Begini Tanggapan Polres Sleman
Tak hanya sekali membantu bayi yang butuh pertolongan saat ricuh ojol vs massa Kamis lalu, pihaknya juga pernah membantu warga yang mengalami kecelakaan dengan mengawal korban hingga ke rumah sakit.
"Sebelumnya juga pernah membantu warga yang kecelakaan. Waktunya sudah cukup lama, tapi saat itu korban butuh pertolongan cepat sehingga kami kawal hingga ke rumah sakit," jelasnya.
Hingga kini aksi ricuh ojol dengan masaa yang diduga debt collector sudah mendingin. Keadaan yang sebelumnya cukup panas membuat masyarakat was-was.
Kepolisian juga telah berjanji mengusut tuntas laporan serta insiden yang memakan korban. Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah mengaku akan tetap memproses laporan yang masuk ke Polres.
"Kedua belah pihak memang sudah damai, namun terkait laporan akan kami proses dengan aturan yang ada," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
APBD DIY Dihantam Krisis, 67 Persen Bergantung Dana Transfer, Pemda Terpaksa Pangkas Anggaran
-
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan Anak, Dokter Ingatkan Risiko Heat Stroke
-
Mahasiswa Jogja Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Penghentian MBG dan Kopdes yang Mubazir
-
Naga Sembilan Rebut Piala IHR Paku Alam 2026, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Pengunjung
-
Rupiah Melemah, Bantul Berburu Dolar Wisatawan Asing