SuaraJogja.id - Pandemi COVID-19 atau virus corona berimbas ke berbagai aktivitas masyarakat. Tak terkecuali umat Katolik yang sedang merayakan Paskah yang jatuh pada hari Minggu, 12 April 2020.
Mereka harus merayakan di rumah masing-masing. Hal itu juga sebagai upaya memutus penyebaran virus corona dengan tak berkumpul dan membuat kerumunan.
Gereja Santo Antonius Kotabaru, Yogyakarta sudah lama meminta umat untuk beribadah di rumah masing-masing. Berbeda dari ibadah sebelumnya, untuk perayaan paskah 2020 tahun ini pengurus gereja melakukan siaran langsung atau live streaming.
Sejak pukul 09.00 WIB, keadaan gereja yang lebih dikenal dengan Gereja Kotabaru ini sangat sepi. Hanya beberapa pengurus terlihat membersihkan sejumlah lorong dan ruang utama gereja. Meski sepi, altar gereja sengaja disiapkan untuk perayaan Paskah.
Seorang pengurus Gereja Kotabaru, Dimas Rodri (38) mengungkapkan, misa perayaan Paskah tahun ini hanya dilakukan sekali. Paskah dilaksanakan dengan live streaming yang dapat diikuti umat di rumah masing-masing.
"Berbeda pada tahun sebelumnya, misa (saat Paskah) bisa enam kali. Itu dari pagi sampai malam. Namun karena wabah seperti ini, paskah sendiri dilaksanakan hanya satu kali," jelas dia.
Dimas melanjutkan, sejumlah umat bisa mengikuti Paskah dari channel YouTube atau link streaming dari Keuskupan Semarang. Namun perayaan paskah di Gereja Kotabaru secara streaming dilakukan untuk umat bisa mtetap merasakan kedekatan dengan pihak gereja.
"Tahun 2019 lalu saja umat yang datang mencapai 13 ribu orang. Jadi mereka bergantian melaksanakan misa. Memang ada rasa yang lain karena paskah sendiri tak bisa bertatap muka dengan Romo langsung. Tapi agar penyebaran ini tak membuat lebih parah, kita semua harus menerima," jelas dia.
Pantauan suarajogja.id, Live streaming Paskah di Gereja Kotabaru dilaksanakan pukul 17.00 WIB. Sejumlah Patemon, atau panitia dokumentasi sudah hadir sekitar pukul 15.00 WIB untuk menyiapkan kamera dan alat dokumentasi untuk prosesi Paskah.
Baca Juga: Anarko Dituduh Rancang Penjarahan, Sosiologi UGM: Tidak Ada Sejarahnya Itu
"Altar sudah kami siapkan untuk Romo yang memimpin jalannya misa. Kami juga membatasi orang-orang yang boleh datang. Di gereja sendiri tidak sampai 20 orang selama perayaan ini dilakukan. Hanya pengurus dan Patemon yang hadir," terang dia.
Dirinya mengaku mendapat keluhan dari beberapa umat yang kecewa lantaran tidak bisa datang ke gereja untuk merayakan Paskah. Kendati begitu pihaknya meyakini bahwa ada hikmah lain dibalik musibah yang dialami hampir seluruh umat manusia ini.
"Mendengar wabah ini masuk ke Indonesia, saya sudah khawatir akan berdampak besar kepada masyarakat. Bahkan saat hari besar keagamaan akan terkendala karena wabah ini. Tapi dari wabah ini mengajarkan kita banyak hal. Tentunya untuk lebih dekat kepada Tuhan," kata dia.
Namun, ia mengaku saat ini hanya bisa pasrah dan berdoa agar virus ini segera berlalu.
"Harapannya dengan banyak berdoa dan di hari besar seperti ini, pandemi Corona ini bisa segera hilang. Semuanya kembali lagi kepada diri kita bagaimana menanggapi masalah ini. Yang penting kedekatan terhadap Tuhan harus lebih sering dilakukan," kata dia.
Berita Terkait
-
Pesan Paskah PGI: Terpapar Virus Corona Bukanlah Kutukan Tuhan
-
Mutia Ayu Rayakan Paskah ke Makam Glenn Fredly, Cium Nisan Sambil Nangis
-
Kangen, Mutia Ayu Cium Nisan Glenn Fredly di Hari Paskah
-
Perawatan Wajah di Rumah, Muka Belang Cita Citata Bikin Salah Paham
-
Paskah di Tengah Corona, Begini Suasana Gereja Katedral
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC