SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul memberikan alat rapid test kepada 27 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berada di wilayah Kabupaten Bantul untuk dapat digunakan secara terbatas.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, penggunaan alat rapid test diutamakan untuk tenaga kesehatan, Orang Tanpa Gejala (OTG), dan pelaku perjalanan.
"Prioritas itu nakes dulu, kemudian OTG atau orang tanpa gejala, dan pelaku perjalanan. Acuannya itu aja, jadi berdasarkan prioritasnya dulu," ujar pria yang akrab di sapa Oki tersebut saat ditemui di rumah dinas Bupati Bantul, Kamis (23/4/2020).
Karena keterbatasan alat rapid test, pemerintah membuat daftar prioritas orang yang dapat mengikuti rapid test. Oki mengatakan, prioritas dilihat dari kedekatan kontak dengan pasien positif.
Tenaga kesehatan yang akan mengikuti rapid test juga dilihat berdasarkan kontak dengan pasien positif Covid-19, termasuk apakah tenaga kesehatan tersebut bertugas langsung menangani Covid-19 atau tidak.
Pelaku perjalanan yang menjalani rapid test juga dibagi dalam beberapa skala prioritas. Pendatang dari luar negeri menjadi prioritas pertama, baru kemudian pendatang dari wilayah terjangkit.
Oki menjelaskan, pada tahap pertama pembagian alat rapid test sejumlah 700 paket, ditemukan enam orang dengan hasil positif. Dua orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan uji swab.
"Ini kan yang 700 paket digunakan untuk 350 orang. Itu kan kemarin yang tahap satu ketemu enam orang yang rapid positif. Enam di-swab negatif, dua positif dirawat di rumah sakit lapangan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap orang yang menjalani rapid test, setidaknya mengikuti dua kali. Hasil rapid test positif tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis seseorang positif Covid-19.
Baca Juga: Mundur dari Stafsus Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra Beberkan Alasan Ini
Oki menyampaikan, hasil rapid test positif menunjukkan seseorang terinfeksi dengan adanya antibodi yang keluar. Namun, untuk menyatakan seseorang positif covid-19 diperlukan uji swab terlebih dahulu.
Dua orang pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) merupakan kasus pertama pasien positif generasi kedua. Meski demikian, Oki mengatakan, pihaknya belum bisa menyebutkan adanya transmisi lokal di Kabupaten Bantul.
Ia mengatakan, dapat disebut sebagai transmisi lokal jika penularan dari generasi satu ke generasi dua terjadi dalam jumlah banyak serta jika terjadi penularan dari generasi dua lebih banyak. Kajian seberapa banyak kasus yang terjadi, Oki menyebutkan, ditentukan dari epidemiologinya.
"Transmisi lokal adalah penularan dari generasi satu ke generasi dua dalam jumlah banyak. Kalau kita bisa menyebutkan dalam jumlah banyak, kemudian penularan dari generasi dua lebih banyak lagi," tutur Oki.
Saat ini Dinkes telah kembali membagikan 1.200 alat rapid test ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Bantul yang dapat digunakan untuk 600 orang.
Berita Terkait
-
Bhinneka Hadirkan Layanan Rapid Test Covid-19
-
Akses ke Pantai Glagah Ditutup, Puluhan Pengunjung Diminta Putar Balik
-
Ikut Rapid Test, Empat Anggota DPRD Bangkalan Positif Covid-19
-
Tertahan di Sleman, 9 Warga India Positif Covid-19 dari Hasil Rapid Test
-
Ya Allah, 36 Tenaga Medis di Kudus Positif Corona Rapid Test
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Sambut Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko BRImo di Tol JakartaJawa
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Antrean KA Bandara di Stasiun Jogja Membludak, Angkut 637 Ribu Pemudik
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Logika Uang Pengganti Dipersoalkan Ahli, Sri Purnomo Disebut Tak Menikmati Dana Hibah