SuaraJogja.id - Pemanggilan seorang pengguna Facebook di Maluku Utara oleh pihak kepolisian, gara-gara mengunggah humor Gus Dur "3 polisi jujur", tak lepas dari perhatian anak-anak Gus Dur. Dari empat putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, tiga di antaranya kompak memberikan sentilan di media sosial.
Yang pertama, si bungsu Inayah Wulandari atau Inaya Wahid mengomentari cuitan tentang berita pemanggilan pengguna akun Mail Sula itu. Sama seperti sang ayah, Inaya Wahid juga melemparkan gurauan sebagai komentar untuk kejadian ini.
Melalui cuitan pada Rabu (17/6/2020), Inaya Wahid mengungkapkan bahwa seharusnya polisi bukan menangkap pengguna Facebook yang mengunggah humor Gus Dur "3 polisi jujur" itu, melainkan si pencetus humor, yaitu almarhum Gus Dur sendiri.
"Laaah yg dipanggil kok yg mengquote. Panggil yg bikin joke dong Pak," kicau @inayawahid.
Setelah si bungsu, putri sulung Gus Dur Alissa Qotrunnada atau Alissa Wahid juga menyentil pihak kepolisian dengan komentar di Twitter. Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengunggah foto mantan Kapolri Jenderal Polisi Tirto Karnavian dan kutipan komentarnya tentang humor Gus Dur "3 polisi jujur."
Di situ tertulis bahwa sang Menteri Dalam Negeri, sebagai testimoni Haul Gus Dur Ciganjur 2019 lalu, pernah mengatakan, "Almarhum [Gus Dur sempat menyindir Polri, karena di Indonesia hanya ada 3 polisi jujur. Yang pertama, polisi tidur; keuda, patung polisi; terakhir, Polisi Hoegeng. Ucapan beliau itu menjadi cambukan bagi kami agar Polri sebagai institusi yang lebih baik."
"Pak Polisi, ada teladan nih dari pemimpin anda semua, mantan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, sekarang Menteri Dalam Negeri," sindir @AlissaWahid.
Terakhir, putri ketiga Gus Dur, yaitu Anita Hayatunnufus atau Anita Wahid, juga memberikan sentilan yang tak kalah jenaka. Lewat akun @AnitaWahid, ia menuliskan, "Kalo aku unggah ini, aku bakal diperiksa nggak?"
Disertakan dalam kicauan itu, terdapat gambar karikatur Gus Dur dengan cerita di balik humor "3 polisi jujur". Guyonan itu dilontarkan Gus Dur kala mengobrol santai dengan para wartawan di rumahnya di Jalan Warung Silah Ciganjur. Kritik berbumbu lelucon itu disampaikan Gus Dur ketika ditanya wartawan tentang moralitas polisi.
Baca Juga: Cerita di Balik Humor Gus Dur soal '3 Polisi Jujur'
"Polisi yang baik itu cuma tiga: Pak Hoegeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi, dan polisi tidur," kelakar Gus Dur.
Diketahui, Hoegeng Imam Santoso merupakan Kapolri kelima yang bertugas di masa jabatan 1968 sampai 1971. Sepanjang hidupnya ia dikenal sebagai polisi yang jujur dan sederhana dan memiliki integritas dalam memberantas korupsi.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Ismail Ahmad, yang juga pemilik akun Mail Sula, pada Jumat (12/6/2020), mengutip humor Gus Dur "3 polisi jujur" di Facebook. Tak lama kemudian, ia diminta menghapusnya, lalu dipanggil aparat Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Setelah diperiksa terkait motifnya membagikan guyonan itu di media sosial, Ismail diizinkan pulang. Ia juga sempat meminta maaf di hadapan aparat kepolisian yang memanggilnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam