Syantikara Youth Center diketahui berfokus pada kegiatan remaja dan pemuda. Namun tak seluruhnya menyasar kelompok masyarakat tersebut, lansiapun juga menjadi sasaran dari unit sosial di bawah Yayasan Syantikara itu.
"Kami bergerak di bidang sosial. Apalagi di tengah wabah seperti ini banyak hal yang perlu kami lakukan. Artinya kami berupaya untuk memberi manfaat untuk bangsa termasuk anak muda yang nantinya akan memimpin bangsa ini dengan berbagai ilmu, baik rohani dan keterampilan," jelas dia.
Seorang relawan asal Nias, Sumatera Utara, Joni mengaku tak hanya mendapat ilmu dan keterampilan di Syantikara. Pria 20 tahun ini juga belajar bagaimana menjaga perilaku dan menghargai orang lain.
"Banyak hal yang saya dapat selama tiga bulan di sini. Terutama tumbuh rasa peduli dan menghargai orang lain. Dari sini juga saya bisa menghargai diri saya sendiri sebagai pemuda. Tentunya harus bisa bermanfaat untuk masyarakat, minimal di lingkungan tempat kita tinggal," kata Joni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC