SuaraJogja.id - Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 membuat berbagai sektor, termasuk pariwisata dan pendidikan di DIY mengalami kontraksi. Tidak adanya aktivitas di kawasan wisata hingga pemberlakuan pembelajaran daring membuat pemasaran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kota ini jadi macet alias mati suri.
"Lebih dari 59 persen pelaku UMKM mengaku kesulitan pemasaran karena saat pandemi pariwisata menutup diri, tidak ada pengunjung. Hotel juga tutup. Pendidikan juga banyak yang daring sehingga pelaku UMKM pun tidak memiliki pembeli," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi dalam dialog daring Program #TerusUsaha di Yogyakarta bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (21/07/2020).
Padahal berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, terdapat 248.499 UMKM pada awal 2019. Dari jumlah tersebut, 28,5% diantaranya mengisi sektor perdagangan.
Bukan hanya dari sektor kuliner, DIY juga memiliki sekitar 78.000 industri kecil dan menengah yang menopang sektor perdagangan. Sektor inilah yang banyak membentuk para tenaga kerja informal atau gig worker di Yogyakarta dan menjadi tulang punggung perekonomian Yogyakarta dengan kontribusi yang cukup besar. Namun pandemi COVID-19 ini membuat mereka tidak bisa bergerak.
Selain kesulitan pemasaran, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah juga membuat UMKM kesulitan dalam mendapatkan bahan baku. Daerah yang menerapkan PSBB otomatis tidak bisa mengirimkan bahan baku yang dibutuhkan UMKM.
"Karena bahan baku kurang maka harganya pun jadi naik," tandasnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemda DIY menggenjot program SiBakul Beringharjo atau Sistem Pembinaan Koperasi Dan Pelaku Usaha Berdaya Saing Khas Orang Jogja. Program pengelolaan koperasi dan UMKM terpadu ini terdiri dari sistem database dan klastering/pengelompokan UMKM di DIY.
UMKM yang terdampak pandemi diikutkan pembinaan yang tepat, efektif, sesuai kebutuhan dan berkelanjutan. Dengan demikia masyarakat yang memiliki usaha menengah ke bawah mampu membangun dan bersaing di dalam dunia bisnis di lingkup wilayah DIY atau bahkan ke level yang lebih tinggi.
"Sudah ada 400 UMKM yang ikut program SiBakul Beringharjo ini dari sekitar 9.000 UMKM yang masuk. UMKM harus memiliki NIK (nomor induk koperasi-red) dan jenis usaha serta omzet karena ada pembinaan dalam program ini," jelasnya.
Baca Juga: 5 Ikonik Desa Wisata Gamplong Yogyakarta, Bikin Melek Sejarah
Sementara Sultan mengungkapkan, platform digital seperti Grab sangat dibutuhkan tidak hanya membantu konsumen, namun juga bagi pekerja lepas yang kini dikenal dengan gig-workers, mitra produsen penyedia jasa. Di Indonesia, bonus demografi menjadikan gig-economy berdampak positif untuk perekonomian karena menciptakan lapangan kerja
"Dalam menyambut era tatanan baru, perlu ada perpercepatan proses transformasi digital UMKM secara luas. Program ini juga bertujuan membantu UMKM DIY agar lebih berkembang dan keluar dari jeratan COVID-19," ungkapnya.
Richard Aditya, Head of West Indonesia Grab Indonesia mengungkapkan, digitalisasi pasar tradisional dilakukan di Sleman. Bersama Pemkab Sleman, sebanyak 24 pasar tradisional basah di Sleman bergabung dalam platform mereka.
"Pelanggan sekarang dapat membeli barang sehari-hari dari 12.800 penjual tradisional," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi