SuaraJogja.id - Hotel Queen of The South yang berada di Padukuhan Parangrejo Kalurahan Girijati Kepanewonan mendadak gempar, Minggu (26/07/2020) sore kemarin. Pasalnya, dua kamar hotel termewah di Gunungkidul mendadak dilalap si jago merah. Akibatnya, 90 persen bangunan dua kamar tersebut nyaris ludes terbakar.
"90 % habis. Temboknya masih," ujar Kapolsek Purwosari, AKP Hajar Wahyudi ketika dikonfirmasi, Minggu (26/7/2020) malam.
Informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran diketahui pertama kali sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, salah satu tamu hotel yang menginap di kamar C11 melihat kepulan asap muncul dari sekitar lokasi hotel. Mulanya, tamu tersebut mengira asap muncul akibat pengelola hotel membakar sampah.
Namun setelah keluar, asap justru berasal dari atap kamar hotel C8. Curiga dengan hal itu, ia kemudian melaporkannya ke pihak pengelola. Pihak pengelola kemudian mendatangi kamar yang mengeluarkan asal itu. Setelah didekati ternyata benar terjadi kebakaran
Baca Juga: Bunuh Bosan saat Karantina, Perawat Ini Jalan Maraton 55 Km di Kamar Hotel
"Kebakaran yang diduga terjadi akibat korsleting arus listrik itu menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," tambah Kapolsek.
Setelah itu, petugas keamanan setempat bersama karyawan yang lain berusaha mengeluarkan barang-barang yang berada di kamar C8 dan C9. Adapun barang tersebut berupa kasur, televisi dan meja. Sedangkan untuk tempat tidur dan AC tidak dapat diselamatkan lantaran api sudah membesar.
Petugas hotel kemudian menghubungi kantor pemadam kebakaran terdekat yakni Damkar Kabupaten Bantul. Baru sekitar pukul 17.00 WIB api berhasil dijinakan. Diduga kebakaran sendiri terjadi akibat korsleting arus listrik yang memercik ke atap bangunan.
"Petugas sedikit kesulitan memadamkan api. Sebab atapnya kamar hotel tersebut terbuat dari alang-alang itu, jadi api sudah membesar dan tidak semua barang bisa diselamatkan," kata dia.
Api memang sedikit sulit dijinakkan karena tiupan angin pantai yang cukup besar. Seperti diketahui, hotel ini berada di atas tebing sisi timur pantai parangtritis Bantul. Dan baru sekira pukul 17.00 WIB api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Bantul bersama masyarakat dan karyawan yang membantu.
Baca Juga: Protokoler Kesehatan Ketat, Serunya Zumba Outdoor di Melia Purosani Hotel
"Dalam kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun pihak hotel diperkirakan mengalami kerugian Rp 150 juta akibat kebakaran tersebut," beber dia.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Bakamla Evakuasi 12 ABK Kapal Motor Mutiara Ferindo 2 yang Terbakar di Perairan Banten
-
Apa Itu Visa F-2? Hadiah Sugianto, WNI Jadi Penyelamat saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan
-
Kisah Heroik Sugianto, WNI yang Jadi 'Pahlawan' dalam Tragedi Kebakaran Korea Selatan
-
Bandara Soetta Bantah Isu Kebakaran, Deputi Komunikasi Sebut Ada Pabrik Plastik yang Terbakar
-
Ritual Leluhur Berujung Tragis: Pria Ini Diduga Picu Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah Korsel
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo