Saat temannya dilakban, korban mengaku haus dan sesak nafas. Merasa kasian, Fikri meminta pelaku mengijinkan rekannya melepas ikatan dan minum. Namun, pelaku memaksa agar jangan membuka ikatan korban. Gilang bahkan mengancam jika penyakit vertigonya bisa kambuh dan dia akan bunuh diri.
Terus mendapatkan ancaman dari pelaku, Fikri kemudian marah dan menolak melanjutkan membungkus temannya. Ia menceritakan bahwa pelaku menangis ketika ia marah dan menutup telfon dari pelaku. Selanjutnya Fikri terus menolak panggilan masuk dari pelaku.
Gilang mengatakan bahwa ia gemetaran dan menangis, ia juga memohon agar Fikri tidak menekannya dan menuntut korban untuk meminta maaf. Karena merasa kasian melihat pelaku, Fikri kemudian mengalah untuk menyampaikan permintaan maaf.
Pelaku akhinya mengalah untuk tidak meminta rekan Fikri dibungkus. Namun meminta agar Fikri mengulang video pembungkusannya. Fikri menolak dengan alasan rumahnya jauh dan waktu sudah semakin sore. Setelah peristiwa itu pelaku masih meminta agar Fikri tidak menyebarkan penelitiannya dan menganggap keengganan korban untuk mengulang sebagai hutang.
Gilang bahkan bertingkah seolah menjadi korban dan merasa dunia lebih baik tanpa dirinya. Namun, pelaku masih terus memaksa korban untuk mengulang video ketika diikat dan dibungkus. Mulai curiga, korban kemudian berdiskusi dengan rekannya dan menemukan berita terkait pelecehan seksual dengan modus yang sama.
Melalui bio Instagramnya, pelaku diketahui sebagai penyandang biseksual atau orang yang tertarik dengan dua jenis kelamin. Tindakan pelaku yang mengikat dan membungkus korban dikategorikan sebagai pemenuhan kepuasan seksual pelaku. Sejak korban mengirimkan berita mengenai modus yang sama, pelaku tidak pernah membalas pesan lagi.
Dalam utas panjang yang dibagikan Fikri, mulai bermunculan korban-korban lainnya yang pernah mengalami hal serupa. Salah seorang korban dengan nama akun @kingbantal bahkan pernah diminta telanjang dan dilecehkan secara langsung. Berada dibawah tekanan, korban sempat dicumbu dan alat kelaminnya dihisap pelaku hingga sekujur tubuhnya merah-merah.
Menjadi tranding di Twitter, kasus ini mendapatkan respon dari beberapa tokoh masyarakat seperti Ernest Prakasa, Firsa Besari dan Karin Novilda. Pelaku sempat memiliki foto bersama dengan Ernest, dan membuat komika tersebut merasa nyesek. Sementara Karin mengaku siap membawa pelaku ke jalur hukum.
Baca Juga: Doni Monardo Sebut Idul Adha Momen Berbagi Untuk Korban PHK Pandemi Corona
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Ingin Berwisata ke Lereng Merapi saat Libur Lebaran, Simak Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Sepekan
-
Ribuan Warga Ngalap Berkah Garebeg Syawal, Tradisi Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi
-
Kini Nasabah Bisa Kirim THR dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo
-
BRI Sediakan Berbagai Layanan Keuangan Andal untuk Kebutuhan Nasabah Sepanjang Libur Lebaran
-
Komentar Pekerja Soal WFA Lebaran 2026, Jurus Ampuh Urai Macet, Produktivitas Tetap Gaspol!