- MUI DIY mengeluarkan seruan menyambut Ramadan 1447 H/2026 M, mengantisipasi potensi perbedaan penetapan awal puasa.
- Seruan itu menekankan pentingnya toleransi pengaturan pengeras suara dan konten dakwah yang menyejukkan persaudaraan.
- Masyarakat diimbau waspada informasi menyesatkan, hindari konsumtif berlebihan, serta maksimalkan takbir di tempat ibadah.
SuaraJogja.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara resmi mengeluarkan seruan menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Salah satu poin seruan itu terkait dengan potensi perbedaan penetapan awal Ramadan.
Surat edaran bernomor 015/MUI-DIY/I/2026 tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum MUI DIY, Machasin, yang berisi panduan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah dan menjaga kondusivitas sosial.
Dalam seruan itu, Machasin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan persatuan. Jika memang nantinya terjadi perbedaan waktu dalam memulai ibadah puasa di tahun ini.
"Awal Ramadan 1447 H. tahun ini berpotensi ada perbedaan karena perbedaan metode penentuan awal bulan dan sistem kalender yang dipergunakan. Karena itu dimohon kaum muslimin menyikapi dengan bijak agar senantiasa tercipta suasana yang tenteram di tengah umat Islam," kata Machasin, Selasa (3/2/2026).
Selain masalah penetapan awal bulan, MUI DIY turut menyoroti pentingnya toleransi dan kenyamanan lingkungan melalui pengaturan tata suara di tempat ibadah.
Pengurus masjid dan musala diimbau untuk tetap berpedoman pada aturan pemerintah yang berlaku demi menjaga harmoni.
"Penggunaan pengeras suara agar memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama No. 5 tahun 2022, baik volume maupun jam penggunaannya," ucapnya.
Lebih lanjut, Machasin menekankan bobot materi dakwah yang disampaikan para penceramah selama bulan suci. Tujuannya adalah agar mimbar-mimbar keagamaan diisi dengan pesan yang menyejukkan dan memperkuat persaudaraan sesama muslim, bukan sebaliknya.
"Materi tausiyah diharapkan bisa meningkatkan iman dan taqwa serta tetap menjaga ukhuwah dan menjauhi hal-hal yang meresahkan umat Islam," tandasnya.
Baca Juga: Virus Nipah Belum Masuk Indonesia, Kemenkes Sebut Screening di Bandara Tetap Dilakukan
Di sisi lain, MUI DIY turut mengingatkan umat Islam agar mewaspadai arus informasi yang tidak benar serta ajakan-ajakan yang berpotensi menyesatkan akidah. Masyarakat didorong untuk proaktif berkonsultasi dengan lembaga resmi jika menemui keraguan dalam masalah agama.
"Kaum muslimin hendaknya berhati-hati menerima berita dan ajakan menyesatkan. Bila ada permasalahan yang berkaitan dengan masalah agama dan keagamaan, dapat berkonsultasi dengan MUI DIY atau lembaga/ormas Islam untuk menghindari penyimpangan aqidah maupun syariah," ungkapnya.
Terkait gaya hidup selama Ramadan, MUI DIY memberikan atensi khusus pada perilaku konsumtif yang kerap muncul saat berbuka puasa maupun menjelang hari raya.
Dalam hal ini umat Islam diminta untuk mengedepankan kesederhanaan. Sehingga dapat menghindari perilaku boros yang justru mengurangi nilai ibadah.
"Hindari mempersiapkan menu makanan untuk berbuka/sahur yang secara berlebihan, begitu pula hindari menyambut lebaran yang terlalu konsumtif agar tak menimbulkan kemudaratan dan pemborosan," tandasnya.
Sebagai penutup seruan tersebut, tradisi menyambut Idul Fitri melalui takbir keliling turut menjadi sorotan agar tidak mengganggu ketertiban umum. MUI DIY menyarankan agar syiar takbir lebih dioptimalkan di dalam tempat ibadah demi menjaga kekhusyukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah