- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Bank Indonesia menstabilkan rupiah pada Sabtu (19/9/2026) di Yogyakarta.
- Haedar menyatakan bahwa pergantian Menteri Keuangan harus meningkatkan kinerja kementerian tanpa menimbulkan kesan politis di tengah masyarakat.
- Haedar mengingatkan agar praktik korupsi segera dihentikan demi mendukung daya tahan ekonomi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
SuaraJogja.id - Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara membawa pekerjaan rumah besar di tengah dinamika ekonomi nasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan baru untuk segera menjalankan kewenangan serta keahliannya untuk menjaga rupiah agar tidak terus melemah.
"Rupiah itu jangan jatuh terus. Kasihan kalau jatuh terus," ujar Haedar disela peluncuran Mentari Bayt Coint (MBC) di Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).
Haedar menilai nilai rupiah bukan sekadar angka dalam transaksi ekonomi. Rupiah juga merupakan simbol identitas bangsa sehingga stabilitasnya berkaitan dengan martabat ekonomi Indonesia.
"Rupiah itu simbol dari identitas bangsa kita. Kalau naik, itu berarti martabat kita juga naik," katanya.
Bagi Haedar, pergantian menteri semestinya tidak berhenti pada pergantian figur. Masyarakat berharap perubahan tersebut membawa perbaikan kinerja kementerian, termasuk meningkatkan efisiensi dan memberikan kepastian terhadap arah kebijakan ekonomi.
Haedar berharap masyarakat memperoleh kepercayaan bahwa pergantian tersebut benar-benar membuat kementerian bekerja lebih baik. Selain itu mampu mengangkat bidang yang menjadi fokus pemerintah.
"Jangan sampai masyarakat punya kesan negatif bahwa pergantian kabinet itu hanya semata-mata politis," tandasnya.
Di tengah persoalan nilai tukar rupiah yang terus melemah, Haedar juga mengingatkan kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya berada pada kebijakan pemerintah atau institusi keuangan. Menurut dia, daya tahan ekonomi juga ditopang ekosistem masyarakat yang terus berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
Baca Juga: Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
Ia mencontohkan warung-warung kecil dan masyarakat yang tetap menjalankan usaha meski menghadapi berbagai keterbatasan. Semangat untuk mencari nafkah secara mandiri tersebut, menurut Haedar, merupakan kekuatan penting ekonomi Indonesia.
Karena itu, Muhammadiyah mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha. Namun aktivitas korporasi harus tetap berlandaskan nilai halal dan baik, kemaslahatan umum, kemandirian serta kolaborasi perlu di.
"Tidak bisnis untuk bisnis, tapi bisnis kesejahteraan masyarakat," paparnya.
Haedar pun menyerukan di tengah ekonomi global yang melemah, praktik korupsi segera dihentikan. Ia mengingatkan agar mereka yang memiliki niat melakukan korupsi menghentikan niat tersebut, terlebih ketika masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.
"Cukuplah yang sudah-sudah [korupsinya]," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah