Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 19 September 2026 | 15:03 WIB
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyebut pakar pengkritik programnya menjadi goblok karena terlalu merasa pintar di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan pentingnya peran pakar berbasis ilmu dan data di Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).
  • Haedar menyatakan Indonesia membutuhkan pakar berilmu mendalam serta analisis tajam dan objektif untuk menawarkan solusi.

SuaraJogja.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan pernyataan kontroversial. Kali ini Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026) menyebut para pakar yang mengkritik programnya justru menjadi goblok karena terlalu merasa pintar.

Prabowo kemudian menyinggung sejumlah pakar yang disebutnya telah melontarkan fitnah terkait gagasan-gagasannya. Namun, dia mengatakan memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut.

Di tengah pernyataan keras tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir buka suara. Haedar mengingatkan pentingnya posisi pakar dalam kehidupan berbangsa.

"Pakar-pakar itu berbasis ilmu, berbasis data," ujar Haedar di Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).

Haedar menyebut Indonesia membutuhkan banyak unsur dan elemen, mulai dari pejabat, politisi, ekonom atau pelaku ekonomi, hingga pemuka agama. 

Selain itu, Indonesia juga membutuhkan pakar. Mereka diharapkan menjadi sosok-sosok yang mampu menerangkan dan menganalisis persoalan kompleks sekaligus menawarkan solusi.

Namun untuk menjadi seorang pakar tidak cukup hanya menyandang gelar atau menyampaikan pendapat. Kepakaran harus ditopang penguasaan ilmu yang mendalam serta analisis yang tajam dan objektif.

"Jadilah pakar yang ilmunya mendalam, analisisnya tajam, objektif dan bisa menawarkan solusi sehingga terjadi trust," paparnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru

Load More