SuaraJogja.id - Media sosial dihebohkan dengan tokoh Bu Tejo, yang merupakan salah satu karakter film berjudul Tilik, yang diproduksi pada 2018 lalu. Karakter ini menjadi viral karena dinilai sesuai dengan keadaan masyarakat.
Karakter Bu Tejo dalam film Tilik adalah sosok yang gemar membicarakan aib tetangganya dengan warga lainnya. Karakternya yang juga suka pamer dinilai mirip dengan tokoh ibu-ibu yang ada di Indonesia.
Jadi trending topic di media sosial Twitter, terlihat ada 11 ribu lebih cuitan mengenai Bu Tejo.
Film Tilik sendiri merupakan garapan rumah produksi Racavana Films, yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Berdurasi 32 menit, film ini pernah menjuarai kategori Film Pendek Terpilih dalam Winner Piala Maya 2018.
Selain itu, film ini juga pernah menyabet penghargaan Official Selection Joja-Netpac Asian Film Festival tahun 2018 dan Official Selection World Cinema Amsterdam tahun 2019.
Bercerita mengenai kisah perjalanan sekelompok ibu-ibu yang menyewa mobil truk untuk pergi menjenguk Bu Lurah di rumah sakit, film ini menyajikan perbincangan mereka selama perjalanan. Beberapa ibu-ibu terlihat sangat asyik berkomentar mengenai kehidupan seorang kembang desa bernama Dian.
Karakter Bu Tejo sendiri menjadi pemantik perbincangan di antara ibu-ibu itu. Berbahan informasi dari internet, Bu Tejo menyampaikan kabar-kabar yang tidak jelas kebenarannya kepada ibu-ibu lainnya.
Lihat aksi Bu Tejo bergosip dengan tetangganya DI SINI.
Tidak hanya itu, Bu Tejo juga digambarkan sebagai karakter yang gemar pamer harta. Hal tersebut digambarkan dengan banyaknya perhiasan yang dikenakan, mulai dari kalung, gelang, hingga cincin emas berukuran besar.
Baca Juga: Jadi Tukang Ghibah di Film Tilik, Bu Tejo Nangkring di Trending Topic
Dengan latar tempat pedesaan di Kabupaten Bantul yang asri dan jalanan menanjak, film Tilik dilengkapi dengan konflik dan guyonan khas seperti masyarakat sekitar. Jalan cerita yang dibawakan menjadi terasa lebih relevan dengan kondisi masyarakat desa, terlebih menghadirkan plot twist yang cukup tak terduga.
Dari 11 ribu lebih cuitan yang ditulis warganet, mereka merasa memiliki tetangga yang berkarakter sama dengan Bu Tejo. Tidak sedikit yang menuliskan kutipan dialog Bu Tejo yang terdengar pedas di telinga.
"Bu Tejo saya Dian saya merasa dirugikan atas pernyataan gosip ibu yang tersebar luas dan trending di Twitter, dengan ini saya minta klarifikasi dan permintaan maafnya atau besok kita perang," tulis akun @_itsdp bercanda.
"'Tilik', durasinya 30 menit, short movie berbahasa jawa yang kental banget sama sindiran sosial, tipikal ibu-ibu yang lagi anget-angetnya megang internet, dikumpulin, terus saling lempar gosip, dan perkenalkan Bu Tejo, villain yang damagenya gak ada lawan," komentar akun @iqbalnurfauzii.
"Mulut Bu Tejo mewakili seluruh mulut tetanggaku," komentar akun @yourjurney.
Sementara akun @abdulone_ berkomentar, "Bu Tejo adalah cerminan orang-orang yang punya waktu luang untuk ngurusin hidup orang lain."
Berita Terkait
-
Jadi Tukang Ghibah di Film Tilik, Bu Tejo Nangkring di Trending Topic
-
Viral Mabar di Kuburan, Bikin Warganet Geleng-Geleng
-
Tong Tahu Tertinggal di Gang Sempit, Warganet Cari Penjual Tahu Keliling
-
Viral Daun Pisang Dijual Ratusan Ribu, Warganet: "Gak Ada yang Nanem?"
-
Viral di Medsos, Kronologi Kalung Emas Balita di Bandung Dijambret Pemotor
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas
-
Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru