Muhammad Agung Wahyudi (16), pelajar SMA N 1 Rongkop Gunungkidul yang hampir setiap hari harus 'nebeng' ponsel milik temannya untuk mengikuti proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) - (SuaraJogja.id/Julianto)
Sari mengatakan, selama pandemi ini pihaknya telah melalukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan. Pembelajaran dalam jaringan digunakan selama pandemi bagi siswa yang memiliki ponsel.
"Tapi di sekolah kami hanya ananda Agung yang tidak punya, kami dampingi jika ujian kami persilakan ke sekolah dengan protokol ketat, saya rasa tidak masalah ya karena di SE Gubernur juga enggak masalah kalau ini mendesak," tandas Sari.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Mau Dapat Bantuan Kuota Data Internet dari Kemendikbud, Begini Caranya
-
Guru dan Orang Tua Harus Bijak Dalam Pembelajaran Jarak Jauh
-
Viral Beli Iphone 11 Pro Max Pakai Uang Receh, Warganet Malah Ragu
-
Temukan Kembali Ponselnya, Pria Ini Kaget saat Lihat Isi Galeri Fotonya
-
Cara Mendaftarkan IMEI Ponsel yang Dibeli dari Luar Negeri
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan